Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

PSI Klaim Survei Indikator Buktikan Kepuasan Publik Tinggi atas Kinerja Prabowo-Gibran dan Program MBG

 

Repelita Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi buka suara menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia.

Lembaga survei yang dipimpin Burhanuddin Muhtadi itu merilis angka kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pernyataannya yang disiarkan kanal YouTube Cokro TV, Dedek menyebut Indikator sebagai lembaga survei yang kredibel dan layak dijadikan rujukan publik.

Survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Prabowo-Gibran mencapai 79,9 persen.

Menurut Dedek, capaian itu membuktikan bahwa mayoritas masyarakat, baik pemilih maupun nonpemilih pasangan tersebut di Pilpres 2024, tetap merasakan manfaat kinerja pemerintahan saat ini.

“Kebayang enggak perasaan pendengki pas lihat hasil survei ini? Pasti remuk, ya. Apalagi kalau pendengki itu memiliki afiliasi politik dengan paslon lain saat Pilpres 2024 lalu. Pasti remuk. Pemilihnya saja puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran,” ucapnya.

“Ya, tapi setidaknya pendengki-pendengki tersebut masih bisa dapat duit dari jualan buku dan jualan konten YouTube yang nyinyirin pemerintah,” terusnya.

Selain kepuasan umum terhadap kepala pemerintahan, Dedek juga menyoroti hasil survei yang menyangkut program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan rilis lembaga yang sama, tingkat kepuasan publik terhadap program MBG tercatat 72,8 persen.

Padahal, program yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 itu sebelumnya sempat menjadi sasaran kritik publik.

Berbagai insiden seperti kasus keracunan pangan di sejumlah daerah serta desakan penghentian program sempat menghiasi pemberitaan.

Namun, Dedek menilai bahwa realitas di lapangan berkebalikan dengan narasi negatif yang berkembang di media sosial.

Ia memaparkan bahwa MBG merupakan program baru berskala nasional yang kini diklaim telah melayani sekitar 55 juta penerima manfaat setiap harinya.

Program ini disebut pula telah membuka lapangan pekerjaan hingga 1 juta orang di berbagai sektor pendukung.

Sebagai program raksasa yang baru berjalan, Dedek mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan di fase awal implementasi.

Mulai dari persoalan infrastruktur hingga kesiapan sumber daya manusia menjadi tantangan yang terus dibenahi.

Ia menilai bahwa kritik yang muncul justru menjadi mekanisme umpan balik yang penting dalam proses perbaikan tata kelola.

Pemerintah, menurutnya, mendengarkan berbagai masukan dan terus melakukan pembenahan meskipun tidak selalu terekspos secara luas di linimasa media sosial.

Dedek menegaskan bahwa masyarakat di tingkat akar rumput merasakan langsung manfaat program tersebut.

Mulai dari perbaikan asupan gizi anak sekolah hingga terbukanya peluang ekonomi bagi petani, peternak, dan pelaku usaha dalam rantai pasok program.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved