Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Menag Bantah Isu BoP di Balik Gedung MUI 40 Lantai: Duluan LPDU, Baru Kemarin Board of Peace

 MUI Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace, Pemerintah Buka Jalan Dialog

Repelita Jakarta - Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, sama sekali tidak terkait dengan Board of Peace sebagaimana yang diisukan publik belakangan ini.

Menag menjelaskan bahwa gedung tersebut merupakan gedung Lembaga Pengelola Dana Umat yang nantinya juga akan digunakan untuk MUI, dan rencana ini sudah dicanangkan jauh sebelum isu BoP mencuat ke permukaan.

"Duluan kita lahirkan istilah itu daripada BoP. BoP ini kan baru kemarin, sedangkan LPDU ini tahun lalu. Jadi sama sekali tidak ada kaitannya," tegas Menag kepada wartawan seusai menghadiri Musyawarah Kerja Nasional MUI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/2/2026).

Ia mengungkapkan bahwa rencana Lembaga Pengelola Dana Umat ini telah diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penerimaan zakat nasional tahun lalu, jauh sebelum wacana Board of Peace menjadi perbincangan hangat publik.

"MUI sudah sangat bagus posisi sosialnya dengan pemerintah ini. Kita harapkan menikmati keakraban antara ulama-umara adalah rakyat Indonesia," ungkapnya.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini memaparkan bahwa Presiden Prabowo memiliki keinginan agar dana-dana umat yang selama ini belum terkelola secara profesional dapat dikelola dan ditempatkan secara layak melalui lembaga resmi.

Gedung yang direncanakan menjulang setinggi 40 lantai itu bukan sepenuhnya diperuntukkan bagi MUI, melainkan untuk Lembaga Pengelola Dana Umat yang akan menaungi berbagai lembaga keuangan Islam termasuk Badan Amil Zakat Nasional dan ormas-ormas Islam lainnya.

Prof Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengaku merasa malu sebagai Menteri Agama RI karena belum bisa menghadirkan tempat yang layak bagi MUI sebagai pemimpin umat Islam terbesar di dunia.

"Tanpa hendak membandingkan, KWI (Konferensi Waligereja) di Menteng 9 lantai. Kita, haduh, tempat parkirnya (saja) susah sekali. Maaf tidak layak bagi pemimpin umat terbesar dunia," tegasnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan penyediaan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung MUI setinggi 40 lantai.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam taklimatnya pada acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta'aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

“Hari ini saya bisa sampaikan bahwa saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam, seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain, termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan,” ujar Presiden.

Penegasan Menteri Agama ini sekaligus meluruskan spekulasi liar yang mengaitkan proyek pembangunan gedung MUI dengan Board of Peace, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi pengelolaan dana umat secara profesional dan modern.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved