
Repelita Jakarta - Skandal narkotika yang melibatkan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro semakin meluas dan menyeret nama baru ke permukaan.
Seorang polwan berpangkat Aipda bernama Dianita Agustina kini menjadi sorotan karena diduga menyimpan koper berisi narkoba milik mantan atasannya tersebut.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap bahwa Dianita merupakan anak buah AKBP Didik pada masa penugasan di Polda Metro Jaya.
Saat ini polwan tersebut bertugas di Polres Tangerang Selatan.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain Harahap menjelaskan bahwa hubungan kedinasan antara keduanya telah terjalin dalam waktu cukup lama.
Kedekatan inilah yang kemudian menempatkan Dianita dalam posisi rentan terkait perkara ini.
Penyidik memperoleh informasi bahwa terdapat sebuah koper milik AKBP Didik yang diduga berisi barang haram dan disimpan di rumah Dianita di wilayah Tangerang, Banten.
Temuan tersebut bermula dari informasi yang diperoleh Paminal Mabes Polri yang sebelumnya telah menahan AKBP Didik.
Hasil pengembangan dan interogasi mengarah pada pengakuan mengenai keberadaan koper tersebut.
Dianita disebut mengambil koper itu atas permintaan AKBP Didik kemudian menyimpannya di dalam rumahnya.
Ketika tim penyidik tiba di lokasi, koper sudah lebih dulu diamankan oleh personel Satres Narkoba Polres Tangerang Selatan.
Isi koper terbukti cukup signifikan dan serius.
Penyidik menemukan sabu seberat 16,3 gram, 49 butir ekstasi, sisa pakai sabu seberat 23,5 gram, 19 butir alprazolam, dua butir happy five, serta ketamin seberat lima gram.
Saat ini Dianita masih diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan.
Selain Dianita, penyidik juga memeriksa Miranti Afriana yang merupakan istri AKBP Didik meskipun peran dan keterlibatannya belum dijelaskan secara terperinci.
Perkara ini bermula dari pengakuan mantan Kasat Res Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi yang menyebut adanya aliran dana dari bandar narkoba kepada atasannya.
Ia mengungkapkan adanya setoran tunai mencapai Rp1 miliar yang dikaitkan dengan permintaan pengadaan mobil mewah serta dugaan setoran rutin dari jaringan peredaran narkotika.
Kasus ini kini menjadi perhatian besar masyarakat sekaligus ujian berat bagi institusi kepolisian.
Publik menanti proses pengusutan yang berjalan secara terbuka, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu demi menjaga kredibilitas serta kepercayaan terhadap penegakan hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

