Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Selama Ramadan dengan Skema Penyesuaian

 BGN Pastikan MBG di Bulan Ramadan 2026 Tetap Berjalan, Ini Skema  Distribusinya - Acehtimes

Repelita Jakarta - Badan Gizi Nasional akan tetap melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis sepanjang bulan Ramadan dengan sejumlah penyesuaian agar sesuai dengan kondisi ibadah puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan adanya opsi penyaluran makanan saat sahur namun tidak akan diterapkan secara serentak di semua wilayah.

Opsi tersebut dinilai hanya sesuai untuk daerah dengan mayoritas penduduk yang menjalankan puasa karena sahur merupakan waktu berkumpul bersama keluarga.

Tidak memungkinkan karena waktu libur saja kan banyak pendapat kok Libur kok ke sekolah gitu Apalagi nanti sahur kok masa ngambil ke sekolah gitu Jadi biasanya sahur kan momen bersama dengan keluarga kata Dadan dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV dikutip Senin 16 Februari 2026.

Meski demikian peluang penyaluran saat sahur masih terbuka khususnya di lingkungan pesantren di mana siswa tinggal bersama dalam satu area.

Mungkin yang terbuka peluang adalah yang di pesantren Nah nanti yang di pesantren setelah jalan mungkin bisa melakukan evaluasi apakah sebaiknya sahur atau pada saat buka tambahnya.

Dadan menilai penyaluran saat berbuka puasa jauh lebih mudah dibandingkan sahur karena faktor persiapan makanan serta keseragaman waktu bangun para penerima manfaat.

Tapi menurut saya sih dari segi kemudahan pasti berbuka akan lebih mudah dibandingkan sahur karena processing dan juga keseragaman bangun ya ujar Dadan.

Badan Gizi Nasional telah menyiapkan empat skema penyaluran Program Makan Bergizi Gratis selama Ramadan yang disampaikan Dadan Hindayana pada Sabtu 7 Februari 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.

Skema pertama diterapkan di sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa di mana makanan tetap dibagikan pada jam pelajaran namun dikemas sebagai bekal berbuka untuk dibawa pulang.

Menu disusun berupa makanan tahan lama seperti telur rebus kurma buah segar abon ubi rebus serta berbagai kue tradisional agar tetap layak dikonsumsi hingga waktu berbuka.

Skema kedua berlaku di wilayah dengan mayoritas siswa tidak berpuasa sehingga layanan berjalan normal seperti hari-hari biasa.

Siswa yang tidak puasa dapat langsung mengonsumsi makanan di sekolah sementara yang berpuasa diperkenankan membawa pulang paket untuk dikonsumsi saat berbuka.

Bagi kelompok rentan seperti ibu hamil ibu menyusui serta balita program tetap berjalan tanpa perubahan karena mereka tidak terikat kewajiban puasa.

Penyaluran bagi kelompok ini dilakukan enam hari dalam seminggu guna menjaga kestabilan asupan gizi yang dibutuhkan.

Di pesantren penyaluran makanan diatur menjelang waktu berbuka karena dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi berada di dalam kompleks yang sama dengan santri.

Proses memasak dilakukan pada siang hari kemudian makanan disajikan tepat saat azan magrib berkumandang.

Skema pesantren ini direncanakan diuji coba terlebih dahulu di salah satu pesantren di Bandung dalam waktu mendatang.

Badan Gizi Nasional juga menerapkan inovasi berupa kantong kemasan makanan yang dapat digunakan kembali.

Setiap siswa diwajibkan mengembalikan kantong tersebut keesokan harinya untuk ditukar dengan paket makanan baru guna mengurangi sampah sekaligus membentuk kedisiplinan.

Program Makan Bergizi Gratis dipastikan terus berlangsung hingga menjelang Hari Raya Idulfitri tanpa membedakan latar belakang agama para penerima manfaat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved