Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Anak SD Bunuh Diri di Ngada karena Tak Bisa Beli Buku Rp10.000: Tamparan Maut bagi Negeri Kaya

Repelita Jakarta - Seorang siswa kelas empat sekolah dasar berusia sepuluh tahun di Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur mengakhiri hidupnya dengan cara tragis pada Kamis 29 Januari 2026.

Peristiwa menyedihkan ini diduga dipicu oleh keputusasaan mendalam karena ibunya tidak mampu menyediakan buku tulis serta pulpen senilai sepuluh ribu rupiah.

Kejadian tersebut langsung memancing reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat dan tokoh publik.

Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat Bidang Peningkatan Kualitas Manusia Mira Pane menyebut kasus ini sebagai pukulan telak bagi pemerintah serta bukti kegagalan dalam memberantas kemiskinan ekstrem.

Ibu Pertiwi menangis seorang anak sekolah dasar bunuh diri karena kemiskinan kata Mira Pane dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis 5 Februari 2026.

Anak tersebut tinggal bersama neneknya yang berusia delapan puluh tahun di dalam gubuk bambu berukuran dua kali tiga meter yang sangat sederhana.

Sebelum kejadian korban sempat memohon uang kepada ibunya MGT berusia empat puluh tujuh tahun seorang janda yang mencari nafkah sebagai buruh serabutan.

Karena kondisi ekonomi keluarga yang sangat terbatas permintaan itu tidak bisa dipenuhi sehingga menambah beban psikologis anak tersebut.

Korban meninggalkan surat singkat berbahasa Ngadha yang berisi pesan perpisahan kepada ibunya.

Kertas tii Mama Reti Mama Galo zee Mama molo ja'o Galo Mata Mao Rita ee Mama tulis korban yang artinya Surat buat Mama Reti Mama saya pergi dulu Mama relakan saya pergi Jangan menangis ya mama.

Mira Pane menegaskan bahwa surat itu bukan hanya ditujukan kepada sang ibu melainkan pesan mendalam bagi seluruh bangsa dan negara.

Surat itu sesungguhnya bukan hanya untuk Mama Reti surat itu untuk semua ibu surat untuk Ibu Pertiwi tanah air yang kaya tapi telah membuat anaknya harus bunuh diri karena kehilangan harapan akan masa depan ujar Mira.

Menurutnya upaya pemberantasan kemiskinan selama ini masih terjebak pada retorika politik belaka tanpa implementasi nyata.

Ia mendesak perbaikan data penerima bantuan agar program sosial dan pemberdayaan ekonomi benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat miskin.

Mira menekankan bahwa pendidikan dasar seharusnya gratis secara menyeluruh termasuk penyediaan buku alat tulis dan seragam bukan hanya pembebasan iuran sekolah.

Jenjang SD harusnya sudah gratis namun gratisnya baru pada iuran pendidikan belum pada fasilitas kebutuhan anak didik berupa buku alat tulis maupun seragam kata Mira.

Ia menuntut perluasan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi bagi keluarga miskin guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Selain itu kemiskinan ekstrem dinilai menjadi akar dari toxic stress serta keputusasaan yang berujung fatal pada anak-anak.

Mira meminta pemerintah menangani isu kesehatan mental secara sistematis serta menyediakan layanan kesehatan gratis bagi keluarga tidak mampu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved