
Repelita AS - Gabriela Rico Jimenez, seorang wanita asal Meksiko yang menuduh elite global terlibat dalam praktik kanibalisme, kembali menjadi sorotan.
Namanya kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis sejumlah berkas baru terkait mendiang Jeffrey Epstein, terpidana kasus pelecehan seksual anak, pada Jumat (30/1/2026).
Mengutip Hindustan Times, salah satu dokumen yang dipublikasikan DOJ tersebut menceritakan tentang sebuah pesta di atas kapal pesiar, yang di dalamnya terdapat tuduhan mengenai orang-orang yang memakan kotoran dari usus.
Dokumen itu juga melayangkan tuduhan terhadap sosok yang disebut sebagai “George Bush 1”.
Pengungkapan tersebut membuat video lama Gabriela Rico Jimenez kembali viral.
Seseorang yang membagikan video tersebut di media sosial menulis bahwa dalam video tersebut, Gabriela Rico Jimenez, seorang model Meksiko berusia 21 tahun, terlihat berada di luar Fiesta Inn di Monterrey, Meksiko, pada 3 Agustus 2009.
Gabriela menghadiri pesta pribadi di hotel tersebut, sebuah acara model elit yang mempertemukan para pengusaha terkemuka, politisi, serta individu yang namanya muncul dalam berkas Jeffrey Epstein.
Wanita muda itu mulai berteriak histeris bahwa mereka memakan anak-anak.
Ia kemudian diamankan oleh polisi dan menghilang tanpa jejak.
Kemarin, bukti yang mendukung klaimnya dirilis dalam kumpulan berkas baru dari Departemen Kehakiman AS, yang disebut membuktikan bahwa Bush melakukan hal tersebut, dan bahkan lebih buruk lagi.
Pengguna lain menambahkan bahwa apa yang diklaim Gabriela Rico Jimenez yang berusia 21 tahun secara histeris kini dikonfirmasi oleh berkas Epstein! Ia menghilang malam itu selamanya. Siapa yang menghilangkannya?
Mengutip timesnownews.com, laporan-laporan secara konsisten menyebutkan bahwa Jimenez belum terdengar kabarnya sejak 3 Agustus 2009.
Terlepas dari klaim tersebut, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa Epstein atau rekan-rekannya memakan bayi atau melakukan kanibalisme.
Selain itu, tidak ada dakwaan kanibalisme terhadap Epstein.
Jeffrey Epstein, seorang pengusaha kaya raya asal Amerika Serikat, pertama kali didakwa atas pelanggaran seksual pada tahun 2006 setelah orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan kepada polisi bahwa ia telah melecehkan putri mereka di rumahnya di Florida, mengutip NDTV.
Epstein berhasil menghindari dakwaan federal, yang dapat membuatnya menghadapi hukuman penjara seumur hidup, berkat kesepakatan pembelaan dengan jaksa penuntut umum.
Ia akhirnya hanya dipenjara selama 13 bulan.
Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap di New York dan didakwa memperdagangkan puluhan gadis remaja serta melakukan tindakan seksual dengan mereka sebagai imbalan uang.
Jaksa penuntut menyatakan Epstein bekerja sama dengan karyawan dan rekan-rekannya untuk memastikan adanya “stok” anak yang cukup untuk dilecehkan.
Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dikenakan kepadanya.
Pada 10 Agustus 2019, saat berada dalam tahanan sambil menunggu persidangan, pihak berwenang menyatakan ia ditemukan tewas di sel penjara akibat gantung diri.
Ia berusia 66 tahun saat kematiannya.
Kasus terpisah terhadap pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang dipenjara pada tahun 2022 karena membantunya melakukan pelecehan terhadap gadis-gadis, merinci hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Pangeran Andrew dari Inggris dan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Keduanya telah membantah melakukan kesalahan apa pun.
Sebagian orang percaya bahwa pihak berwenang menyembunyikan detail tentang kasus Epstein untuk melindungi elite global dan tokoh berkuasa yang terkait dengannya, termasuk Donald Trump.
Salah satu teori konspirasi utama adalah rumor tentang “daftar klien” yang diduga melakukan pelanggaran seksual bersama Epstein.
Pemerintahan Trump bersikeras bahwa tidak ada daftar semacam itu.
Para skeptis juga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian Epstein, seperti kamera keamanan di sekitar selnya yang dilaporkan mengalami kerusakan pada malam kematiannya.
Istilah Epstein Files atau Berkas Epstein merujuk pada kumpulan lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang merinci aktivitas kriminal Jeffrey Epstein serta lingkaran sosialnya yang terdiri dari tokoh-tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas.
Selama kampanye presidennya pada tahun 2024, Donald Trump sempat membual akan merilis Berkas Epstein.
Namun ia kemudian menyatakan bahwa berkas tersebut merupakan rekayasa anggota Partai Demokrat.
Mengutip NBC News, pada 18 November 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara 427–1.
Senat Amerika Serikat menyetujuinya secara bulat, dan Trump menandatangani RUU tersebut pada hari berikutnya.
Departemen Kehakiman AS merilis sebagian kecil Berkas Epstein sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut, yakni 19 Desember 2025.
Terbaru, pada 30 Januari 2026, tambahan 3 juta halaman dirilis, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar.
Mengutip Reuters, meskipun Departemen Kehakiman mengakui bahwa total 6 juta halaman mungkin memenuhi syarat sebagai berkas yang harus dirilis berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, mereka menyatakan bahwa rilis pada 30 Januari merupakan yang terakhir dan bahwa kewajiban hukum mereka telah dipenuhi.
Semua file tersebut bisa diakses secara publik di situs https://www.justice.gov/epstein.
Editor: 91224 R-ID Elok

