
Repelita Makassar - Aliansi mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di Makassar menyatakan penolakan keras terhadap rencana kedatangan mantan Presiden Joko Widodo. Juru bicara aksi, Fahrul Ramadan, menegaskan bahwa alasan penolakan ini adalah karena berbagai kebijakan yang diambil selama kepemimpinan Joko Widodo dinilai telah membebani rakyat, dengan menyatakan "dosanya ditanggung oleh rakyat".
Salah satu poin utama yang dikemukakan adalah Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang menurut para demonstran tidak pro terhadap kepentingan masyarakat. Mereka menilai kebijakan tersebut merupakan contoh konkret dari beban yang harus ditanggung publik akibat keputusan politik era pemerintahan sebelumnya, sehingga menjadi dasar moral untuk menolak kehadiran mantan presiden di kota Makassar.
Para mahasiswa juga mengangkat dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam beberapa kasus yang menjadi sorotan publik. Fahrul menyebutkan pernyataan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengindikasikan adanya dugaan keterlibatan terkait pengelolaan kuota haji. Selain itu, pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut perlunya pemeriksaan terhadap Joko Widodo dalam kasus dugaan korupsi impor minyak juga menjadi bahan kritik dalam aksi tersebut.
Aliansi Keramat, yang terdiri dari elemen mahasiswa, menyatakan bahwa berbagai persoalan yang muncul selama sepuluh tahun kepemimpinan Joko Widodo telah meninggalkan konsekuensi yang harus ditanggung oleh masyarakat luas. Mereka menilai bahwa kehadiran mantan presiden dalam Rakernas Partai Solidaritas Indonesia tidak sejalan dengan aspirasi dan kondisi riil yang dihadapi oleh rakyat, terutama di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang masih belum terselesaikan.
Meskipun mendapat penolakan dari elemen mahasiswa, pihak Partai Solidaritas Indonesia telah memastikan bahwa kedatangan Joko Widodo ke Makassar tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie sama-sama mengonfirmasi kehadiran mantan presiden dalam kegiatan Rakernas partai tersebut, yang dianggap sebagai momen penting untuk memberikan motivasi dan penguatan arah perjuangan politik partai ke depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

