
Repelita Davos - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik di Jalur Gaza telah mencapai titik akhir setelah penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam seremoni penandatanganan piagam di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos Swiss pada Kamis dua puluh dua Januari dua ribu dua puluh enam.
Trump secara terbuka mendesak Hamas untuk segera meletakkan senjata sesuai dengan dua puluh poin rencana perdamaian Gaza yang disusun pemerintahannya.
Ia melontarkan peringatan keras bahwa penolakan memenuhi tuntutan tersebut akan menjadi akhir bagi kelangsungan Hamas.
Trump menegaskan komitmennya untuk mendorong demiliterisasi total di Jalur Gaza yang selanjutnya akan dikelola oleh pemerintahan sipil yang layak dan bertanggung jawab demi stabilitas jangka panjang.
Selain aspek keamanan Trump juga berjanji proses pemulihan Gaza akan dilaksanakan secara bertahap guna mengatasi kehancuran masif akibat perang berkepanjangan.
Ia menekankan bahwa rekonstruksi infrastruktur serta pembentukan pemerintahan sipil yang kuat menjadi kunci agar konflik serupa tidak terulang di masa depan.
Perang di Gaza yang telah menewaskan lebih dari tujuh puluh satu ribu orang harus segera diakhiri menurut Trump.
Ia menyatakan bahwa perang di Gaza benar-benar akan segera berakhir sebagai bagian dari komitmen perdamaian yang lebih luas.
Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian Gaza menandai dimulainya fase kedua gencatan senjata setelah tahap pertama penghentian permusuhan berlaku sejak sepuluh Oktober dua ribu dua puluh lima.
Meskipun gencatan senjata tahap pertama telah berlangsung militer Israel masih kerap melancarkan serangan di beberapa titik sehingga situasi tetap tegang.
Deklarasi Trump dalam forum bergengsi tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan upaya diplomasi intensif untuk mengakhiri salah satu konflik paling berdarah di Timur Tengah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

