/2026/01/21/202174338.jpg)
Repelita Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato khusus di World Economic Forum Annual Meeting 2026 yang berlangsung di Davos Swiss pada Kamis 22 Januari 2026.
Dalam kesempatan tersebut ia akan memaparkan konsep ekonomi yang telah dirancang dan diimplementasikan baik sebelum maupun sejak menjabat sebagai presiden.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa presiden akan menjelaskan berbagai gagasan pemikiran ekonomi yang telah diterapkan serta hasil capaian pemerintah selama satu tahun terakhir.
Konsep-konsep tersebut secara keseluruhan disebut sebagai Prabowonomics oleh Presiden Prabowo Subianto sendiri.
Pidato kunci ini akan disampaikan di forum bergengsi yang dihadiri lebih dari enam puluh lima kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari seribu pemimpin perusahaan besar dunia.
Menurut keterangan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang disampaikan di Bandara London Stansted Inggris sebelum keberangkatan menuju Swiss presiden akan fokus pada pencapaian konkret pemerintahan dalam periode tersebut.
Kehadiran Presiden Prabowo di Davos menjadi momen strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia khususnya dalam rantai pasok global serta menarik minat investasi internasional.
Forum ini mengangkat tema yang menekankan dialog di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global sehingga pidato presiden diharapkan memberikan kontribusi signifikan.
Presiden Prabowo tiba di Zurich Swiss pada Rabu 21 Januari 2026 malam waktu setempat untuk mempersiapkan partisipasi aktifnya di acara tersebut.
Pidato dijadwalkan berlangsung pada pukul empat belas hingga empat belas tiga puluh waktu setempat dan akan disiarkan bersama dengan CEO Forum Børge Brende.
Beberapa pengamat dan masyarakat menyatakan pandangan beragam terhadap konsep Prabowonomics termasuk kritik atas capaian ekonomi yang dianggap belum mencapai target tinggi seperti pertumbuhan enam persen secara konsisten.
Salah satu netizen Tere Liye menyampaikan "Saya sangat kagum dengan Prabowo ini. Setahun dia berkuasa di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang sebenarnya B saja dibanding tahun-tahun sebelumnya (Jokowi 2014-2024) apalagi dibanding pertumbuhan era SBY (2004-2014).
Kebanting sekali. Rupiah terus lunglai melemah. Utang terus meroket defisit nyaris tembus 3%. Entah di bagian mananya sih yang bisa dia banggakan? Dan dia mau ceramah di forum dunia pamer jurus-jurus ekonomi yang dia BERI nama dengan namanya sendiri?
Aduh. Sungguh narsis luar biasa. Mungkin dia mau pamer IHSG 9200? Tapi kan jadi lucu bukankah dulu dia menghina-hina IHSG? Atau sudah beda lagi pendapatnya? Kalau ekonomi Indonesia itu sudah tumbuh 6% baru kamu bisa bangga dikit my friend. Tapi dikit saja karena era 2004-2014 angka 6% itu biasaaa banget."
Meskipun demikian keikutsertaan presiden di forum internasional ini menunjukkan upaya diplomasi ekonomi untuk mempromosikan visi pembangunan berkelanjutan dan kolaborasi global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

