
Repelita Jakarta - Nuim Hidayat selaku Direktur Forum Studi Sosial Politik mengungkapkan bahwa banyak pihak bertanya-tanya mengapa Anies Baswedan mendirikan Partai Gerakan Rakyat sebagai kendaraan politik baru.
Pendukung Anies terbagi menjadi dua kubu dengan sebagian mendukung karena melihat partai ini sebagai alat untuk menjamin kemandirian politik setelah pengalaman pemilihan gubernur DKI yang dianggap penuh manipulasi.
Mereka yang pro berpendapat bahwa Partai Gerakan Rakyat menjadi bukti kemampuan Anies sebagai manajer ulung selain sebagai intelektual yang disegani dalam mengelola organisasi politik.
Di sisi lain ada kekhawatiran bahwa kehadiran partai baru justru memecah basis pendukung Anies yang selama ini tersebar di berbagai partai mapan seperti Nasdem PKS dan PKB.
Aktivis partai tersebut cenderung enggan pindah ke Partai Gerakan Rakyat meskipun mereka tetap akan mendukung Anies pada pemilihan presiden mendatang di tahun dua ribu dua puluh sembilan.
Bagi Anies Baswedan keuntungan terbesar dari partai ini adalah kemandirian penuh dalam menentukan strategi pencalonan pasangan calon serta agenda politik tanpa bergantung pada keputusan elite partai lama.
Pengamat politik Ujang Komaruddin dari Universitas Al-Azhar Indonesia menilai figur Anies memberikan nilai jual instan bagi partai baru karena popularitas nasionalnya menjadi pengungkit elektoral dan branding yang sangat kuat.
Partai Gerakan Rakyat berfungsi sebagai rumah politik permanen bagi relawan dan simpatisan Anies yang sebelumnya berpencar di berbagai partai sehingga memungkinkan pembentukan struktur kepengurusan daerah kaderisasi serta konsolidasi suara yang lebih terorganisir.
Partai ini juga memungkinkan Anies membangun narasi politik jangka panjang pasca-pilpres dua ribu dua puluh empat di mana ia menjadi figur sentral yang membentuk partai bukan sekadar dipinjam oleh partai lain.
Namun pendirian Partai Gerakan Rakyat merupakan pertaruhan besar bagi Anies karena kegagalan menembus ambang batas parlemen bisa menjadi bumerang yang menurunkan kredibilitasnya sebagai pemimpin politik.
Profesor Asrinaldi Guru Besar Ilmu Politik Universitas Andalas menyatakan sistem politik Indonesia tidak ramah bagi tokoh nasional yang membangun partai baru tanpa basis struktural kuat sehingga popularitas individu tidak otomatis berubah menjadi suara partai.
Tantangan elektoral sangat berat karena mesin partai harus dibangun hingga tingkat desa agar mampu mengumpulkan suara secara efektif.
Pendanaan menjadi masalah krusial lain karena membangun partai dari nol memerlukan biaya besar dan berkelanjutan untuk kantor daerah logistik saksi pemilu kampanye serta operasional harian.
Ujang Komaruddin menekankan bahwa tanpa dukungan dana stabil partai baru berisiko kelelahan sebelum pemilu karena politik elektoral di Indonesia sangat mahal.
Secara strategis Anies masih memiliki opsi menjaga hubungan dengan partai mapan seperti Nasdem dan PKS yang memiliki struktur kuat basis pemilih solid serta pengalaman pemilu.
Ray Rangkuti menilai koalisi dengan partai besar lebih rasional karena memberikan akses kursi dana dan jaringan sementara Partai Gerakan Rakyat bisa berfungsi sebagai alat tawar untuk memperkuat posisi Anies dalam koalisi.
Masa depan partai ini sangat bergantung pada kemampuannya melampaui figur Anies melalui ideologi jelas rekrutmen tokoh baru serta lolos ke parlemen.
Jika gagal membangun struktur independen partai ini berisiko hanya menjadi kendaraan sementara yang justru merusak kredibilitas Anies.
Menurut survei terbaru Media Survei Nasional Anies berada di posisi kedua elektabilitas calon presiden dengan angka sekitar sembilan belas koma sembilan persen hanya selisih sekitar tujuh koma sembilan persen dari Prabowo Subianto di posisi pertama.
Nuim Hidayat mengingatkan agar Anies tidak mengulangi kegagalan Amien Rais yang meski sangat populer pada masanya namun gagal mengubah popularitas pribadi menjadi kekuatan partai nasional yang kuat.
Sambil membangun Partai Gerakan Rakyat agar menjadi kekuatan mandiri Anies disarankan tetap membuka ruang koalisi dengan Nasdem PKS dan partai mapan lainnya sehingga memiliki beberapa jalur menuju pemilihan presiden dua ribu dua puluh sembilan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

