Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

9 Negara Siaga Tsunami Pasca Gempa Terbesar Keenam Sepanjang Sejarah

Top Post Ad

 Tsunami akibat gempa Rusia, Rabu (30/7/2025) disampaikan BMKG [BMKG]

Repelita Internasional - Gempa bumi dahsyat dengan kekuatan magnitudo 8,8 mengguncang kawasan lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia timur jauh, pada Rabu 30 Juli 2025 pukul 08.25 waktu setempat.

Guncangan besar yang awalnya dilaporkan bermagnitudo 8,0 itu kemudian direvisi oleh US Geological Survey menjadi 8,7, lalu naik lagi menjadi 8,8, menjadikannya salah satu gempa terkuat keenam sepanjang sejarah seismik modern, setara dengan gempa Ekuador–Kolombia 1906 dan gempa besar Chile 2010.

Pusat gempa berada di kedalaman sekitar 18 kilometer di dasar laut, memicu serangkaian gempa susulan dengan kekuatan yang masih signifikan hingga M6,9.

Guncangan terasa kuat di wilayah Kamchatka, membuat bangunan retak, mobil bergoyang di jalanan, dan listrik di beberapa kawasan terputus.

Meskipun tidak ada korban jiwa dilaporkan sejauh ini, otoritas medis setempat mengonfirmasi adanya warga yang terluka ringan dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Salah satu bandara terbesar di Petropavlovsk-Kamchatsky tetap beroperasi meski mengalami kerusakan pada beberapa panel langit-langit.

Gempa megathrust ini memicu gelombang tsunami yang langsung memukul kota pelabuhan Severo-Kurilsk di Rusia dengan tiga gelombang berturut-turut, salah satunya cukup kuat hingga merusak dermaga dan menyeret kapal-kapal ke selat.

Penduduk kota terpaksa mengungsi ke dataran lebih tinggi untuk menghindari hempasan air laut yang menenggelamkan sebagian area pelabuhan.

Di Jepang, gelombang tsunami pertama setinggi 50 sentimeter tercatat di Pelabuhan Ishinomaki, Prefektur Miyagi.

Beberapa daerah pesisir lainnya juga melaporkan gelombang antara 20 hingga 40 sentimeter, dengan peringatan bahwa gelombang susulan bisa lebih besar.

Pusat peringatan tsunami Tiongkok memproyeksikan potensi gelombang hingga 1 meter akan menghantam kawasan pesisir timur seperti Shandong, Zhejiang, hingga Shanghai.

Selain Rusia, Jepang, dan Tiongkok, enam negara lain juga menetapkan status siaga tsunami, menjadikan total sembilan negara waspada penuh terhadap potensi bencana susulan.

Filipina telah menginstruksikan penduduk di lebih dari 20 provinsi untuk menjauh dari garis pantai setelah peringatan gelombang kurang dari 1 meter.

Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini tsunami untuk pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Gorontalo, serta meminta warga tetap tenang tetapi waspada.

Di Hawaii, penduduk berbondong-bondong meninggalkan pesisir menuju dataran tinggi.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional AS menempatkan Hawaii, Alaska, serta pesisir Pasifik Barat Amerika Serikat dalam status siaga.

Sementara Peru, Meksiko, dan Ekuador turut mengaktifkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir mereka.

Di Kepulauan Galapagos, otoritas setempat bahkan menggelar evakuasi preventif untuk mengantisipasi hempasan gelombang dari Samudra Pasifik.

Dengan kekuatan getaran yang setara dengan gempa Tohoku 2011, bencana ini berpotensi mencatatkan dampak global, terutama bagi kawasan lingkar Pasifik yang dikenal rawan gempa dan tsunami.

Pihak berwenang di sembilan negara terdampak meminta warganya untuk terus memantau informasi resmi, menjauhi pesisir, dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gelombang susulan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved