Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Skandal Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Kembali Mencuat: Mabuk, Teriak Bunuh Muslim, dan Pelecehan Seksual?

Debat visual geopolitik

Repelita Washington - Skandal yang melibatkan Menteri Pertahanan Amerika Pete Hegseth kembali mencuat di tengah memanasnya konflik perang antara AS-Israel versus Iran setelah tuduhan berat dilayangkan oleh Senator dari Partai Demokrat Tim Kaine.

Adapun dugaan tersebut diungkap oleh Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat Tim Kaine pada tahun 2025 lalu dengan melayangkan tuduhan berat terhadap Pete Hegseth mulai dari perilaku tidak pantas di bar hingga dugaan pelecehan seksual.

Nah baru-baru ini hal itu kembali mencuat di media sosial setelah video perdebatan antara Kaine dan Hegseth menjadi viral dan menyita perhatian publik.

Dalam video yang viral ini Tim Kaine menyebut bahwa Pete telah bertindak tak pantas saat mabuk di sebuah bar dengan melakukan aksi yang tidak sepatutnya.

"Salah satu rekan Anda mengatakan bahwa anda mabuk di sebuah acara di bar dan meneriakkan bunuh semua muslim. Rekan yang dimaksud tidak anonim," katanya dengan tegas.

Tak hanya itu Pete Hegseth juga dituding sempat melakukan pelecehan seksual terhadap rekan kerjanya dalam sebuah insiden di klub malam.

"Kami punya datanya mengatakan bahwa anda membuat rekan kerja ke klub penari telanjang. Anda mabuk, Anda mencoba menari dengan para penari tersebut. Sehingga Anda dipaksa turun dari panggung," tuturnya.

"Dan salah satu karyawan tersebut dalam insiden itu mengajukan tuduhan pelecehan seksual sebagai dampaknya," sambung Kaine dengan nada tegas.

Terkait hal itu Kaine meyakini bahwa tuduhan itu akan dibantah oleh Hegseth namun ia mempertanyakan kelayakan Hegseth menjabat Menteri Pertahanan.

"Sekarang Saya tahu Anda akan membantah hal ini kah perilaku itu jika benar dilakukan akan membuat seseorang tidak memenuhi syarat menjadi Menteri Pertahanan?" tanya Kaine.

Meski dibantah sebagai tuduhan anonim senator menegaskan bahwa bukti yang ada mencantumkan nama-nama saksi yang jelas termasuk nama ibu Hegseth sendiri.

"Senator itu adalah tuduhan palsu yang anonim," jawab Hegseth membela diri.

"Iya tidak anonim dan saya hanya akan menyimpulkan dan mengatakan ini kepada ketua. Anda mengklaim bahwa ini semua anonim. Kami telah melihat catatan dengan nama saksi yang terlampir pada semua ini. Termasuk nama ibumu sendiri," sahut Kaine sambil menunjuk bukti laporan.

"Jadi jangan jadikan ini sebagai sesuatu yang anonim di media," timpalnya lagi.

Sementara itu senator Amerika Serikat Chuck Schumer juga mengecam keras tindakan Presiden AS Donald Trump di balik serangan militer terhadap Iran yang menewaskan ribuan warga sipil.

Adapun salah satu poin yang membuatnya mengkritik Trump yakni terkait pengeboman sekolah khusus perempuan di Minab Iran yang menewaskan 170 orang pada 28 Februari 2026 lalu.

Schumer menyebut pengeboman itu tak masuk akal jika dilakukan oleh Iran seperti yang dituduhkan oleh Trump dengan menyebut Iran menggunakan rudal Tomahawk.

Peristiwa ini menyebabkan banyak warga sipil tewas termasuk anak-anak yang sedang belajar di sekolah tersebut.

Schumer meyakini Teheran tidak memiliki rudal Tomahawk seperti yang dituduhkan Donald Trump karena rudal tersebut adalah buatan AS.

"Lagi-lagi ia mengatakan apa pun yang muncul di kepalanya, tidak peduli apa kebenarannya, itu mengerikan," katanya mengkritik Trump.

Schumer juga menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menurutnya hanya melakukan apapun yang diinginkan Trump tanpa berpikir panjang.

"Trump berbohong melalui giginya, sehingga pagi ini saya akan menuntut penuh dalam penyelidikan independen dan transparan untuk mengetahui apa yang terjadi di sekolah ini," tegasnya.

"Mengapa begitu banyak warga sipil tak berdosa yang dibunuh secara tragis perlu ada pertanggungjawaban," sambungnya dengan penuh emosi.

Kritik keras dari para senator Demokrat ini menunjukkan adanya ketegangan politik di dalam negeri AS di tengah perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Publik internasional terus memantau perkembangan skandal yang melibatkan pejabat tinggi AS ini di tengah konflik yang semakin kompleks.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved