
Repelita Jakarta - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir dikabarkan tewas setelah rudal Iran menghantam kediamannya pada Selasa 10 Maret 2026 malam waktu setempat.
Kabar tersebut pertama kali muncul dari pernyataan mantan inspektur senjata PBB Scott Ritter yang menyebut serangan Iran menargetkan langsung para petinggi Zionis.
Scott Ritter menyatakan bahwa Iran membom rumah Netanyahu dan menewaskan saudaranya serta rumah Ben Gvir menjadi sasaran sehingga ia terluka parah hingga meninggal.
Media Israel melaporkan kematian Ben Gvir sebagai kecelakaan mobil padahal sebenarnya akibat serangan rudal Iran di kediamannya.
Itamar Ben Gvir dikenal sebagai tokoh paling ekstrem dalam kabinet perang Israel dengan ideologi yang sangat kontroversial.
Sejak remaja ia terlibat dalam gerakan nasionalis-religius yang didirikan Rabi Meir Kahane seorang supremasi Yahudi.
Kahane mendirikan Partai Kach yang mengadvokasi pengusiran seluruh bangsa Arab dari Israel dan dianggap rasis.
Partai tersebut dilarang di Israel karena platform ekstremnya dan diklasifikasikan sebagai organisasi teroris oleh Israel serta Amerika Serikat.
Ben Gvir adalah murid setia Kahane yang secara terbuka memandang orang Arab sebagai manusia rendahan dan non-Yahudi harus dicabut hak setara di Israel.
Ideologi gerakan Kahane menginspirasi pembantaian di Masjid Ibrahimi Hebron pada 1994 oleh Baruch Goldstein rekan dekat Kahane.
Goldstein menembaki jemaah Palestina yang sedang salat hingga menewaskan 29 orang dan melukai banyak lainnya.
Para penyintas kemudian melawan dan memukulinya hingga tewas dengan tangan kosong.
Ben Gvir selama bertahun-tahun menyimpan potret Goldstein di ruang tamunya sebagai bentuk penghormatan.
Ia baru memindahkan potret tersebut saat mencalonkan diri sebagai anggota Knesset demi elektabilitas politik.
Para pengamat menilai itu hanya taktik sementara bukan perubahan ideologi sejati.
Ironisnya seorang pengagum pembunuh massal bisa menduduki jabatan Menteri Keamanan Nasional Israel.
Ben Gvir dikenal dengan kebijakan brutal termasuk mempersenjatai lebih dari tiga ratus ribu pemukim di Yerusalem dan Tepi Barat.
Kebijakan tersebut menuai kecaman internasional termasuk dari Jerman yang menyebut serangan pemukim sangat mengejutkan.
Klaim kematian Ben Gvir serta saudara Netanyahu pertama kali diangkat oleh media dekat IRGC seperti Tasnim News Agency.
Mantan pejabat intelijen AS Scott Ritter juga mengonfirmasi serangan tersebut.
Beberapa media arus utama melakukan fact-check dan menyimpulkan klaim belum terverifikasi secara independen.
Media Israel dilaporkan berupaya menutupi fakta dengan narasi kecelakaan mobil.
Rumah Ben Gvir terbakar akibat rudal Iran dan kabar kematiannya terus beredar luas di media sosial.
Kematian figur seperti Ben Gvir dipandang sebagai pukulan telak bagi koalisi Zionis dalam perang melawan Iran.
Bagi sebagian pihak ini menjadi kemenangan bagi kemanusiaan mengingat rekam jejak ekstremnya.
Dunia kehilangan salah satu politisi paling kontroversial dalam sejarah politik Israel.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

