Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sidak Wakil BGN ke Dapur MBG OKU Timur: Kandang Sapi dan Sarang Walet Terlalu Dekat, Operasional Langsung Disetop

 Tipu-tipu Wakil Ketua BGN: Kepala SPPG Tegal Rejo OKUT dan Dapur MBG Dekat Kandang Sapi - batampena.com

Repelita OKU Timur - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Rejo di Kecamatan Belitang Kabupaten OKU Timur Sumatera Selatan dihentikan sementara setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Nanik Sudaryati Deyang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi.

Kebijakan ini didapat setelah Wakil Kepala Badan Gizi Nasional RI Nanik Sudaryati Deyang melakukan inspeksi mendadak dan menemukan sejumlah ketidaksesuaian standar di dapur program Makan Bergizi Gratis tersebut.

Dari sana diketahui bahwa SPPG Tegal Rejo terdapat sejumlah ketidaksesuaian standar yang menjadi perhatian serius pihak Badan Gizi Nasional.

Satu di antaranya lokasi dapur MBG yang terlalu dekat dengan kandang sapi dan sarang burung walet yang berada tepat di sekitar bangunan dapur.

Penghentian sementara atau suspensi tersebut diberlakukan sejak 11 Maret 2026 hingga pengelola dapur memenuhi seluruh ketentuan teknis sesuai petunjuk teknis operasional dapur dalam program Makan Bergizi Gratis.

Dalam sidak yang dilakukan di lokasi dapur SPPG Tegal Rejo Nanik menemukan sejumlah persoalan mendasar yang dinilai tidak memenuhi standar operasional dapur MBG.

Mulai dari alur dapur yang tidak sesuai instalasi pengolahan air limbah yang belum memenuhi standar hingga faktor lingkungan yang dinilai berpotensi mengganggu higienitas dapur.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah keberadaan kandang sapi dan sarang burung walet yang berada di sekitar lokasi dapur.

Menurut Nanik kondisi tersebut tidak diperbolehkan dalam ketentuan operasional dapur SPPG karena berpotensi memengaruhi kebersihan dan keamanan pangan yang akan dikonsumsi siswa.

“Di tengah pemeriksaan dapur, tiba-tiba terdengar suara sapi dari arah sebelah bangunan. Saya langsung menanyakan hal tersebut kepada pengelola SPPG,” ujarnya sebagaimana dikutip dari unggahan di akun Instagram resminya @nanik_deyang pada Kamis 12 Maret 2026.

Awalnya pengelola menyampaikan bahwa kandang sapi tersebut baru dibangun setelah dapur SPPG berdiri dan beroperasi melayani masyarakat.

Namun Nanik mengaku tidak langsung menerima penjelasan tersebut dan memutuskan melakukan penelusuran langsung ke rumah pemilik ternak untuk mencari kebenaran.

“Setelah saya cek langsung, ternyata kandang sapi itu justru sudah lebih dulu berdiri, bahkan beberapa bulan sebelum dapur SPPG beroperasi,” katanya mengungkap fakta di lapangan.

Dari temuan tersebut Nanik menilai pembangunan dapur SPPG tetap dilaksanakan meski sejak awal sudah diketahui terdapat kandang ternak di dekat lokasi.

Hal ini menurutnya tidak diperbolehkan dalam juknis pembangunan dapur program MBG yang telah ditetapkan sebagai standar nasional.

Selain persoalan lingkungan tim BGN juga menemukan sejumlah kekurangan lain seperti alur dapur yang belum sesuai standar operasional.

Instalasi IPAL yang belum layak hingga fasilitas dapur yang dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan juga menjadi catatan penting.

“Program ini bukan sekadar kegiatan bisnis atau mencari keuntungan. Ini adalah amanah Presiden untuk kepentingan sosial dan masa depan anak-anak Indonesia,” tegas Nanik.

Ia menegaskan dalam program berskala nasional seperti MBG tidak boleh ada kompromi terhadap aspek kebersihan, keamanan pangan, maupun integritas pengelolaan.

Karena itu pihaknya meminta operasional dapur SPPG Tegal Rejo dihentikan sementara sampai seluruh perbaikan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus melakukan sidak ke berbagai daerah untuk memastikan setiap dapur menjalankan amanah program ini dengan integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SPPG Tegal Rejo Agus Waluyo membenarkan bahwa dapur MBG yang dikelolanya saat ini sedang dalam status suspensi dari Badan Gizi Nasional.

Menurut Agus evaluasi dari BGN mencakup beberapa aspek teknis terutama terkait alur dapur, standar instalasi pengolahan limbah, serta kondisi lingkungan di sekitar dapur.

“Yang menjadi evaluasi dari Wakil Kepala BGN antara lain alur dapur yang dinilai belum sesuai standar, kemudian pemasangan IPAL yang juga belum memenuhi ketentuan, serta lokasi dapur yang dinilai terlalu dekat dengan sarang walet dan kandang sapi,” ujarnya pada Jumat 13 Maret 2026.

Agus mengaku pihaknya tidak mengetahui secara detail terkait ketentuan teknis yang melarang keberadaan kandang hewan di sekitar dapur SPPG.

“Saya memang belum mengetahui secara rinci terkait juknis yang mengatur jarak dapur dengan kandang ternak. Namun dari penjelasan Waka BGN disampaikan bahwa tidak boleh ada sarang walet maupun kandang sapi di sekitar dapur SPPG,” katanya.

Ia menjelaskan status suspensi berarti operasional dapur dihentikan sementara sampai seluruh perbaikan yang diminta oleh BGN dapat dipenuhi.

“Suspen ini artinya operasional dapur dihentikan sementara sejak 11 Maret 2026. Operasional baru bisa berjalan kembali setelah seluruh standar teknis yang diminta BGN dipenuhi,” jelasnya.

Pihak pengelola yang bekerja sama dengan yayasan mitra program MBG lanjut Agus telah menyatakan kesanggupan untuk melakukan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan.

“Mitra dari yayasan sudah menyampaikan komitmen untuk melakukan renovasi dapur agar sesuai dengan standar. Termasuk berkoordinasi untuk relokasi kandang sapi maupun sarang walet yang ada di sekitar lokasi,” ujarnya.

SPPG Tegal Rejo sendiri diketahui mulai beroperasi melayani program makan bergizi bagi siswa sejak 13 Oktober 2025 dan telah berjalan beberapa bulan sebelum akhirnya disuspensi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved