![]()
Repelita Teheran - Data intelijen yang diduga berasal dari Rusia mengungkap kerugian berat yang diderita Israel selama operasi militernya terhadap Iran, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan klaim resmi dari Tel Aviv.
Menurut penilaian intelijen Rusia tersebut kerugian Israel hanya dalam tiga hari pertama mencakup enam jenderal tewas tiga puluh dua agen Mossad tewas tujuh puluh delapan personel Shin Bet tewas seratus sembilan puluh delapan perwira Angkatan Udara tewas empat ratus enam puluh dua tentara tewas sebelas ilmuwan nuklir tewas serta empat ratus dua puluh tiga prajurit cadangan tewas.
Total korban jiwa dari pihak militer dan intelijen Israel mencapai lebih dari seribu dua ratus orang dalam kurun waktu tujuh puluh dua jam saja menurut bocoran tersebut.
Angka-angka ini belum mendapat konfirmasi maupun pembantahan resmi dari pihak Israel sehingga status kebenarannya masih menjadi dugaan berdasarkan sumber intelijen Rusia.
Kehilangan enam jenderal dalam waktu singkat menandakan penetrasi mendalam terhadap rantai komando militer Israel yang jarang terjadi dibandingkan dengan konflik panjang Amerika Serikat di Afghanistan yang tidak mencatat kehilangan jenderal sama sekali.
Kematian tiga puluh dua agen Mossad dianggap sebagai pukulan serius bagi badan intelijen yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif di dunia dan dapat mengganggu operasi rahasia Israel di kawasan untuk jangka waktu lama.
Serangan yang menewaskan sebelas ilmuwan nuklir Israel menunjukkan perluasan target ke aset strategis non-militer sebagai bentuk pembalasan atas insiden serupa yang dialami ilmuwan nuklir Iran sebelumnya.
Hilangnya hampir dua ratus perwira Angkatan Udara berpotensi melemahkan struktur kepemimpinan operasional udara Israel yang menjadi tulang punggung kekuatan militernya selama ini.
Bocoran ini muncul di tengah laporan bahwa Rusia memberikan dukungan intelijen kepada Iran termasuk data satelit yang membantu meningkatkan akurasi serangan balasan Teheran terhadap posisi militer musuh.
Kombinasi informasi intelijen tersebut disebut membuat serangan Iran menjadi jauh lebih tepat sasaran termasuk terhadap kapal perang pesawat dan radar milik Amerika Serikat serta Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tanggapan ringan terhadap kabar bocoran tersebut dengan menyatakan bahwa meskipun benar informasi itu tidak banyak membantu Iran mengingat kerugian yang dialami Teheran dalam beberapa waktu terakhir.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth juga menyatakan tidak khawatir atas dugaan kebocoran informasi intelijen ke pihak Iran.
Di sisi lain serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran menyebabkan korban sipil yang sangat besar dengan Al Jazeera melaporkan pada Ahad 8 Maret 2026 lebih dari seribu tiga ratus warga sipil tewas termasuk sekitar tiga puluh persen anak-anak.
Laporan UNICEF menyebutkan banyak infrastruktur sipil di Teheran hancur termasuk setidaknya dua puluh sekolah dan sepuluh rumah sakit yang roboh akibat bombardir tersebut.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mencatat sebanyak enam ribu enam ratus enam puluh delapan titik permukiman warga sipil menjadi sasaran termasuk ribuan rumah dan berbagai fasilitas layanan publik.
Sebelumnya militer Israel mengklaim berhasil menewaskan sejumlah petinggi militer Iran termasuk mantan kepala Angkatan Laut IRGC penasihat senior Khamenei Ali Shamkhani komandan IRGC Mohammad Pakpour Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh serta Kepala Staf Letnan Jenderal Abdoorahim Mousavi beserta puluhan komandan lainnya.
Namun serangan balasan Iran juga menimbulkan kerugian signifikan termasuk kematian Komandan Angkatan Laut Israel Aluf David Salami dalam operasi presisi yang menargetkannya secara langsung.
Seorang pejabat senior IRGC menyatakan operasi tersebut sebagai pesan bahwa tidak ada pihak yang kebal dari keadilan para pejuang perlawanan.
Konflik ini meluas ke berbagai front dengan serangan Iran mencapai pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk termasuk penghancuran stasiun CIA di Riyadh Arab Saudi yang dilaporkan tidak dapat dipulihkan lagi.
Angkatan Udara Israel mengonfirmasi telah menjatuhkan lebih dari tujuh ribu lima ratus bom terhadap target di Iran dalam seminggu terakhir jumlah yang hampir dua kali lipat dibandingkan operasi sebelumnya pada Juni tahun lalu.
Korban sipil di wilayah Israel juga terus bertambah dengan data yang dihimpun menunjukkan tujuh puluh tiga orang tewas di Tel Aviv Utara seratus delapan puluh tujuh di pusat kota Tel Aviv tiga puluh lima di Bat Yam empat puluh empat di Petah Tikva enam puluh enam di Bnei Brak serta dua puluh tujuh di Hod HaSharon.
Total korban sipil tewas di enam wilayah tersebut mencapai setidaknya empat ratus tiga puluh dua jiwa belum termasuk korban di kota-kota lain seperti Haifa Beit Shemesh dan pemukiman perbatasan Lebanon yang menjadi sasaran roket Hizbullah.
Bocoran intelijen Rusia ini jika terbukti benar menggambarkan pukulan terberat bagi militer Israel dalam sejarah konflik kawasan sementara korban sipil di kedua belah pihak terus menambah tragedi kemanusiaan yang meluas dengan infrastruktur hancur dan ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

