Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Balas Dendam, Haifa Membara! Iran Lancarkan Serangan Drone Balasan, Hancurkan Fasilitas Penyimpanan Bahan Bakar Israel

Gabungan visual politik Iran

Repelita Teheran - Perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Zionis Israel memasuki babak baru dengan serangan balasan yang menargetkan infrastruktur energi musuh secara langsung.

Angkatan Udara Iran pada Selasa 10 Maret 2026 melancarkan serangan pesawat tak berawak atau drone yang menghantam fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa Israel utara.

Serangan tersebut merupakan bentuk balasan Teheran setelah sebelumnya depot minyak mereka dibombardir habis-habisan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Serangan ke Haifa ini merupakan bagian dari gelombang ke-33 Operasi Janji Sejati 4 yang diluncurkan oleh militer Iran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang bernaung di bawah Angkatan Bersenjata mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menargetkan kilang minyak kilang gas dan fasilitas penyimpanan bahan bakar milik musuh Zionis di Haifa.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh kantor berita Fars markas tersebut mengatakan bahwa pasukan Republik Islam juga menghancurkan pusat komunikasi satelit Haela di selatan Tel Aviv.

Dalam laporan Iran Press pusat itu merupakan penghubung utama antara pangkalan udara dan jet tempur rezim Zionis yang sangat vital bagi operasi militer mereka.

"Pusat ini adalah salah satu hub komunikasi utama antara pangkalan udara dan jet tempur rezim Zionis," kata juru bicara markas tersebut.

"Pasukan Dirgantara selama operasi khusus menghantam dan menghancurkan pusat ini dengan drone eksplosif yang akurat," tambahnya.

Selain itu Angkatan Darat Republik Islam juga menambahkan bahwa pasukan IRGC menargetkan markas besar pasukan Amerika Serikat yang agresor di Pangkalan Harir di Wilayah Kurdistan dengan lima rudal balistik.

Serangan terhadap fasilitas energi Haifa ini menandai pergeseran signifikan menuju penargetan infrastruktur energi menyusul apa yang disebut analis sebagai Fase II dari perang AS-Israel.

Sejak Fase II dimulai pada 7 Maret 2026 kedua negara telah mengalihkan fokus mereka untuk melumpuhkan infrastruktur energi satu sama lain.

Langkah strategis ini telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak global dan memicu penutupan beberapa ladang gas di Mediterania.

Kilang Haifa dengan kapasitas 197.000 barel per hari dilaporkan telah menutup sementara beberapa unitnya pekan lalu sebagai tindakan pencegahan keamanan.

Dampak dari serangan ini sangat signifikan terhadap pasokan energi Israel dan kawasan sekitarnya.

Tim pemadam kebakaran dilaporkan telah berhasil mengendalikan sekitar 95 persen kobaran api yang melahap fasilitas tersebut.

Akan tetapi beberapa tangki penyimpanan utama mengalami kerusakan struktural yang cukup parah akibat hantaman drone.

Operasi di fasilitas tersebut diperkirakan akan tetap terhenti setidaknya selama dua minggu ke depan.

Pernyataan militer Republik Islam juga mencatat bahwa sistem pertahanan udara canggih mereka berhasil mencegat dan menghancurkan dua drone jenis Heron dan Heron TP di langit Provinsi Markazi dekat Teheran.

Sebelumnya dua drone Hermes-900 juga berhasil ditembak jatuh di provinsi Lorestan dan Qom oleh Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat.

Sejak perang dimulai pertahanan udara Republik Islam dilaporkan telah menembak jatuh lebih dari 80 drone dari berbagai jenis.

Drone yang berhasil dihancurkan termasuk MQ-9 milik Amerika Serikat dan beberapa model drone canggih milik Israel.

Di pihak Israel serangan ini menimbulkan konsekuensi strategis yang cukup serius bagi kelangsungan operasi militer mereka.

Perhitungan awal menunjukkan bahwa serangan terhadap kilang Haifa saja akan menelan biaya antara 1,4 hingga 1,7 miliar dolar AS.

Biaya tersebut akibat kerusakan langsung pada fasilitas dan hilangnya output produksi selama masa perbaikan.

Hal ini memaksa Israel untuk menggunakan cadangan bahan bakar strategisnya sambil mempercepat impor melalui Koridor Ashkelon.

Sementara itu di pihak Republik Islam serangan koalisi sebelumnya terhadap depot minyak di wilayah Teheran dan Alborz masih terus membara.

Kebakaran tersebut mengirimkan gumpalan karbon hitam beracun ke atmosfer dan memperburuk krisis lingkungan yang berkembang di ibu kota Iran.

Serangan lanjutan koalisi menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Republik Islam lainnya namun tidak menghasilkan tingkat gangguan strategis yang sama seperti yang dicapai Iran dengan serangan Haifa.

Amerika Serikat dan rezim Zionis melancarkan serangan militer skala besar terhadap Republik Islam menyusul pembunuhan Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.

Serangan tersebut juga menewaskan beberapa komandan militer senior dan warga sipil pada tanggal 28 Februari 2026 lalu.

Serangan-serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas.

Hingga kini agresi AS-Israel dilaporkan telah merusak atau menghancurkan sekitar 13.000 unit sipil di berbagai wilayah Iran.

Dua situs warisan dunia UNESCO di Iran yaitu Istana Golestan di Teheran dan kompleks Naqsh-e-Jahan Square di Isfahan juga dilaporkan rusak akibat serangan.

Sebagai tanggapan Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan menargetkan posisi Amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone.

Di tengah eskalasi ini Amerika Serikat pada Selasa 10 Maret 2026 mengumumkan sanksi baru terhadap Teheran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pihaknya menjatuhkan sanksi terhadap jaringan yang memproduksi bahan bakar penerbangan di Iran.

"Tindakan ini merupakan langkah maju yang tegas dalam kampanye berkelanjutan Presiden Trump untuk melenyapkan pendapatan minyak rezim teror Iran," kata Bessent.

Iran melancarkan serangan drone ke fasilitas penyimpanan bahan bakar di Haifa sebagai balasan langsung atas agresi Israel terhadap depot minyak Iran.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang ke-33 Operasi Janji Sejati 4 yang terus dilancarkan secara berkelanjutan.

Target lain yang dihantam termasuk pusat komunikasi satelit Haela di selatan Tel Aviv dan markas besar pasukan AS di Pangkalan Harir Irak.

Pusat komunikasi tersebut merupakan penghubung utama antara pangkalan udara dan jet tempur Israel yang sangat penting.

Dampak serangan sangat signifikan dengan kilang Haifa berkapasitas 197.000 barel per hari terpaksa berhenti beroperasi setidaknya dua minggu.

Kerugian diperkirakan mencapai 1,7 miliar dolar AS sementara di pihak Iran kebakaran di depot minyak Teheran masih terus membara dan menimbulkan krisis lingkungan.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved