Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Iran Hancurkan Pusat Komando Udara Israel di Tel Aviv, IRGC Siap Perang 10 Tahun

 Logo Repelita di pojok kiri atas

Repelita Teheran - Gelombang serangan ke-33 Operasi True Promise 4 yang dilancarkan militer Iran kembali menargetkan sejumlah objek vital di wilayah Israel dan berhasil menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer musuh.

Data yang dihimpun menyebutkan, sebuah gambar memperlihatkan kerusakan parah pada pusat komunikasi satelit di selatan Tel Aviv setelah kawasan tersebut terkena serangan rudal balistik Iran.

Fasilitas ini disebut sebagai salah satu pusat komunikasi penting yang menghubungkan pangkalan udara Israel dengan jet tempur mereka, sehingga memiliki peran vital dalam koordinasi operasi militer udara di kawasan.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC Iran mengklaim telah berhasil menghancurkan Pusat Komunikasi Satelit Ha'ela atau Sdot Micha yang terletak di selatan Tel Aviv dalam serangan presisi tersebut.

Adapun waktu serangan ini dilaporkan terjadi pada Senin 9 Maret 2026 dengan target utama berupa pusat komunikasi satelit militer strategis milik Israel.

Tempat itu diklaim oleh militer Iran sebagai pusat koordinasi kekuatan udara Israel yang selama ini menjadi tulang punggung operasi mereka.

IRGC melakukan aksi serangan tersebut menggunakan kombinasi rudal balistik berat seperti Khaibar Shekan dengan hulu ledak satu ton dan drone bunuh diri jenis Shahed yang sulit dideteksi radar.

Akibat serangan ini, fasilitas tersebut dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga melumpuhkan jaringan kendali jet tempur Israel untuk sementara waktu.

Eskalasi ini merupakan bagian dari konflik yang lebih luas yang melibatkan serangan udara gabungan Amerika-Israel terhadap berbagai fasilitas di Iran sejak akhir Februari 2026.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengancam Teheran terkait kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur energi paling vital dunia.

Trump menyatakan jika Iran menghentikan aliran minyak melalui jalur tersebut, Amerika Serikat akan merespons dengan serangan dua puluh kali lebih keras dari sebelumnya.

Sementara itu, laporan lain menyebut negara-negara kawasan Teluk Persia yang terlibat dalam konflik ini telah mengalami kerugian ekonomi hingga sepuluh triliun dolar Amerika akibat eskalasi perang yang terus meluas.

Penasihat Komandan IRGC, Brigadir Jenderal Ibrahim Jabari, menegaskan bahwa pihaknya siap meladeni perang dengan jangka waktu yang panjang tanpa mengenal lelah.

"Kami siap untuk perang yang berlangsung setidaknya sepuluh tahun dengan Amerika Serikat, menggunakan metode yang sama seperti yang kami gunakan dengan rudal dan drone kami sekarang," katanya dalam pernyataan resmi.

"Gudang dan depot amunisi kami penuh dan tersimpan, bahkan melebihi kebutuhan kami, dan pada saat yang sama, produksi segera dimulai oleh para pemuda dan ilmuwan kami yang berdedikasi," sambung dia penuh percaya diri.

Republik Islam kembali melancarkan balasan yang disebutnya sebagai gelombang ke-33 terhadap target-target militer Amerika Serikat dan zionis Israel di kawasan Timur Tengah.

Serangan ini merupakan aksi balasan lanjutan atas agresi militer Amerika Serikat dan zionis sejak 28 Februari 2026 yang telah membunuh lebih dari seribu warga Teheran dan sekitarnya.

Gelombang balasan ke-33, 32, dan 31 yang diluncurkan secara beruntun ini diberi kode operasi Labbaik Ya Khamanei sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin baru mereka.

Serangan rudal balasan Iran ini didedikasikan bagi Pemimpin Revolusi Islam sekaligus pemimpin tertinggi komandan angkatan bersenjata Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei yang baru dilantik.

Dilansir dari kanal YouTube Metro TV, rudal-rudal Iran dengan hulu ledak seberat satu ton ditembakkan ke target-target militer Amerika Serikat dan zionis Israel dalam gelombang balasan ke-33 operasi True Promise 4.

Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Angkatan Bersenjata Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggempur kawasan Israel dan basis militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

"Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Pesan kepada musuh (zionis) adalah, api yang dahsyat akan terus menghujani kalian," katanya dalam pernyataan yang dikutip pada Rabu 11 Maret 2026.

Menurut pengamatannya, warga zionis Israel saat ini tengah dilanda ketakutan yang luar biasa akibat serangan bertubi-tubi dari militer Iran.

"Bentrokan para zionis saat melarikan diri dari Bandara Ben Gurion menunjukkan realitas kondisi rezim yang lemah, genting, dan menyedihkan," tuturnya dengan nada penuh keyakinan.

"Detik demi detik ruang gerak kalian (zionis), semakin sempit dan melarikan diri ke bunker yang sempit dan gelap akan menjadi kebiasaan baru bagi kalian (zionis)," sambungnya dalam pernyataan yang disiarkan luas.

Zolfaghari menegaskan bahwa Iran adalah bangsa pejuang yang siap melawan para pembuat onar dan pengganggu kedaulatan.

"Darah di nadi kami telah menemukan aliran baru. Kami bergegas untuk bertempur melawan para penyerang tanah air kami. Kami memiliki tekad yang kuat sekeras baja dan dengan segenap jiwa kami menjaga keutuhan tanah ini," tegasnya.

"Kami akan bertindak tegas terhadap kalian (zionis) dan nasib buruk telah menanti kalian (zionis) dan Allah yang maha perkasa lagi maha pembalas dan tidak ada kemenangan melainkan dari sisi Allah yang maha perkasa lagi maha bijaksana," sambungnya mengutip ayat suci.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved