Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Drone Iran Hancurkan Tanker AS di Selat Hormuz, AL Amerika Menolak Kawal

 Logo repelita di pojok kiri atas

Repelita Teheran - Iran kembali melancarkan serangan militernya di jalur perairan paling strategis dunia dengan menghancurkan sebuah kapal tanker minyak yang diduga memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Serangan yang dilancarkan menggunakan drone jenis Shahed-136 milik Garda Revolusi Iran itu berhasil menghantam kapal tanker yang beroperasi dengan nama komersial Prima meskipun kapal tersebut juga dikenal dengan nama Louis P di kalangan pelaut internasional.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa kapal tanker tersebut menjadi sasaran serangan drone setelah diduga mengabaikan peringatan berulang kali untuk tidak melintasi jalur perairan tersebut karena alasan keamanan.

IRGC menyatakan bahwa Selat Hormuz telah berada dalam kendali penuh mereka selama delapan hari sejak dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada 28 Februari 2026.

Mereka juga menegaskan bahwa kapal tanker minyak dan kapal komersial yang bersekutu dengan negara-negara musuh tidak diizinkan untuk melintasi selat tersebut selama masa konflik berlangsung.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi besar di kawasan Timur Tengah pada Maret 2026 menyusul serangkaian serangan balasan Teheran terhadap Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut hingga saat ini.

Iran tenggelamkan kapal tanker terkait Amerika di Selat Hormuz

Pasca kejadian tersebut lalu lintas di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan signifikan dengan ratusan kapal tanker dan kontainer sempat tertahan di kedua sisi selat.

Selat Hormuz selama ini dilalui oleh sekitar seperlima dari total perdagangan minyak global atau setara dengan sekitar 20 juta barel minyak setiap harinya.

Setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dan harga minyak internasional yang saat ini sedang fluktuatif.

Belum ada keterangan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut meskipun insiden ini kembali menyoroti eskalasi risiko keamanan di kawasan Timur Tengah.

Kejadian ini menambah panjang daftar penggunaan drone Shahed-136 terhadap kapal komersial yang pernah terjadi sebelumnya termasuk insiden kapal Pacific Zircon di Teluk Oman pada November 2022.

Angkatan Laut Amerika Serikat saat itu mengonfirmasi bahwa insiden tersebut juga merupakan serangan drone dari jenis yang sama.

Sementara itu Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan dari perusahaan minyak dan pelayaran untuk menyediakan pengawalan militer melalui Selat Hormuz karena tingginya ancaman rudal dan drone Teheran.

Menurut tiga sumber industri pelayaran yang mengetahui masalah tersebut Angkatan Laut AS secara rutin mengadakan pengarahan dengan perwakilan industri pelayaran dan minyak.

Dalam pengarahan tersebut Angkatan Laut AS menyatakan bahwa saat ini mereka tidak dapat menyediakan pengawalan karena risiko serangan di kawasan tersebut terlalu tinggi untuk operasi militer.

Para sumber ini mengatakan bahwa industri pelayaran hampir setiap hari dalam panggilan telepon meminta pengawalan Angkatan Laut AS melalui Selat Hormuz namun permintaan tersebut selalu ditolak.

Keputusan ini mencerminkan realitas pahit di lapangan di mana Iran telah berulang kali memperingatkan akan menyerang kapal mana pun yang mencoba melintasi selat tersebut tanpa izin.

Seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran Ebrahim Jabari bahkan mengatakan bahwa IRGC dan angkatan laut reguler akan membakar kapal-kapal yang melanggar ketentuan tersebut.

Situasi ini sangat kontras dengan pernyataan-pernyataan yang selama ini dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump yang mengklaim kesiapan negaranya.

Pada 3 Maret 2026 lalu Trump mengatakan bahwa AS siap untuk mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz bila diperlukan untuk menjaga keamanan jalur energi global.

Trump juga telah berulang kali menyatakan bahwa AS akan memastikan aliran energi global tetap lancar tidak peduli apa pun yang terjadi di kawasan tersebut.

Tidak peduli apa pun Amerika Serikat akan memastikan ALIRAN ENERGI yang BEBAS ke DUNIA tulis Trump di platform Truth Social beberapa waktu lalu.

Namun sumber-sumber pelayaran mengatakan kepada Reuters bahwa pernyataan Trump tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan yang sebenarnya.

Angkatan Laut AS memiliki penilaian realistis tentang ancaman di kawasan dan mereka tidak bersedia mempertaruhkan kapal dan personel mereka dalam situasi yang sangat berisiko saat ini.

Kebingungan semakin bertambah ketika Menteri Energi AS Chris Wright sempat membuat heboh dunia dengan sebuah unggahan di media sosial.

Pada Selasa 10 Maret 2026 Wright memposting di platform X bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz untuk memastikan minyak tetap mengalir ke pasar global.

Tak lama kemudian ia menghapus unggahan tersebut tanpa alasan yang jelas sehingga memicu berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan pelaku pasar.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengklarifikasi kepada para wartawan bahwa Amerika Serikat belum mengawal satu pun kapal tanker atau kapal melalui Selat Hormuz hingga saat ini.

"Saya dapat mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS belum mengawal satu pun kapal tanker minyak atau kapal melalui Selat Hormuz," kata Leavitt seperti dikutip dari Reuters.

Mengomentari pernyataan Wright yang sempat viral juru bicara Garda Revolusi Iran Ali Mohammad Naeini dengan tegas membantah adanya kapal minyak yang dikawal oleh militer AS.

"Setiap pergerakan armada AS dan sekutunya akan dihentikan oleh rudal dan drone kami," kata Naeini dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

"Tidak ada satu pun kapal Amerika yang akan berani mendekati Laut Oman Teluk Persia atau Selat Hormuz selama perang berlangsung," tegasnya menambahkan.

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved