
Repelita Jakarta - Viral Video Ibu Bhayangkari Pamer Identitas untuk Lolos Razia di Bundaran Tugu Juang 2, Warganet Soroti Privilege dan Bahaya Merekam Sambil Mengemudi
Sebuah video yang diunggah di berbagai platform media sosial telah menjadi perbincangan hangat setelah menampilkan seorang ibu Bhayangkari bernama Riavera Andriani yang menceritakan pengalamannya lolos dari razia lalu lintas dengan menunjukkan kartu identitas organisasi tersebut.
Rekaman tersebut direkam langsung sambil mengemudi di kawasan Bundaran Tugu Juang 2 sehingga langsung menuai kecaman karena melanggar aturan keselamatan berkendara serta penggunaan ponsel saat mengoperasikan kendaraan.
Dengan nada santai ia menceritakan bahwa petugas Polisi Lalu Lintas menghentikannya karena razia sedang berlangsung di lokasi tersebut.
Riavera kemudian memperlihatkan kartu identitas Bhayangkari yang sempat terbalik saat diperlihatkan kepada petugas seolah menegaskan bahwa kartu itu menjadi kunci utama keberhasilannya melanjutkan perjalanan tanpa hambatan.
Menurut pengakuannya setelah melihat kartu tersebut sikap petugas langsung berubah menjadi ramah dan tersenyum sambil mengucapkan oh Bhayangkari.
Ia juga menyebut nama suaminya Bripka Rahmat Walliansen yang merupakan anggota kepolisian sebelum menjelaskan bahwa petugas memeriksa kelengkapan surat kendaraan termasuk SIM.
Karena semua dokumen dinyatakan lengkap serta masa berlaku SIM masih panjang ia pun diperbolehkan melanjutkan perjalanan tanpa sanksi apa pun.
Unggahan tersebut memicu gelombang kemarahan warganet yang menilai tindakan memamerkan identitas Bhayangkari sebagai bentuk penyalahgunaan privilege yang merusak prinsip kesetaraan di hadapan hukum.
Banyak netizen juga mengkritik keras bahaya merekam video sambil mengemudi yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya.
Setelah video menyebar luas dan menjadi viral Riavera Andriani membuat pernyataan permohonan maaf secara terbuka didampingi suaminya Bripka Rahmat Walliansen.
Dalam rekaman permintaan maaf ia menyatakan secara sadar memohon maaf kepada semua pihak atas unggahan yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Riavera menegaskan bahwa video sebelumnya tidak bermaksud menjatuhkan nama baik organisasi Bhayangkari maupun institusi Polri secara keseluruhan.
Dengan menundukkan kepala sesekali sebagai bentuk penyesalan ia memohon maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati terdalam dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa lagi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

