Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[VIRAL] Buah Busuk dan Makanan Basi Sering Telat, MBG di Tana Toraja Dinilai Amburadul

 

Repelita Tana Toraja - Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara disebut amburadul dan merugikan siswa karena berbagai keluhan mulai dari buah busuk, makanan basi, hingga pengiriman yang sering telat.

Pelaksanaan program yang seharusnya meningkatkan asupan gizi anak sekolah ini justru menuai protes keras dari warga dan orang tua murid.

Keluhan utama warga berfokus pada kualitas makanan yang tidak layak konsumsi serta jadwal pengantaran yang selalu molor hingga tak sesuai waktu istirahat siswa.

Viral di media sosial pada Rabu lalu sebuah video memperlihatkan buah salak busuk yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pantan Makale ke sejumlah sekolah di wilayah tersebut.

Meski pihak sekolah berusaha menghapus video tersebut namun kabar itu sudah terlanjur menyebar cepat di berbagai platform media sosial.

Seorang petugas SPGG Pantan Makale yang enggan disebut namanya membenarkan kejadian tersebut dan mengaku pihaknya sudah mengganti buah busuk itu.

"Kami sudah ganti buahnya saat itu juga. Soal itu sudah selesai," jelasnya singkat saat dikonfirmasi terkait viralnya buah salak busuk tersebut.

Namun para orang tua menilai masalah tidak selesai begitu saja dan menuntut adanya pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Ani wali murid di Kota Makale yang anaknya menerima buah busuk itu mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian yang menimpa keponakannya.

“Tentu saya kecewa. Untung saja keponakan saya tidak makan makanan yang busuk itu dan melapor ke saya waktu itu,” ujarnya kepada Harian Fajar pada Jumat siang 13 Februari 2026.

Ia mendorong agar pengawasan program Makan Bergizi Gratis ini diperketat oleh semua pihak tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Semua harus terbuka, jangan ada ditutup-tutupi. Jangan sampai pihak sekolah dibungkam secara halus oleh pihak SPPG,” tuturnya lagi.

Selain buah busuk keluhan juga datang dari jadwal pengiriman yang sering molor tak kunjung sesuai dengan waktu istirahat siswa.

Ada kalanya makanan baru tiba saat jam pelajaran hampir berakhir atau bahkan ketika anak-anak sudah masuk kelas kembali setelah istirahat.

Hal ini membuat program yang seharusnya bermanfaat untuk meningkatkan gizi anak justru menjadi sia-sia dan tidak tepat sasaran.

Menurut penelusuran insiden makanan tidak layak konsumsi ini rupanya bukan yang pertama kali terjadi di wilayah Toraja.

Sekitar dua minggu sebelumnya sebuah Sekolah Menengah Pertama di Rantebua juga dilaporkan menerima kiriman makanan basi dari penyedia.

Dalam kasus itu pihak SPPG konon meminta pihak sekolah untuk tidak menyebarluaskan kejadian tersebut kepada publik.

Fakta-fakta ini menguatkan dugaan bahwa masalah dalam program MBG ini bersifat sistemik bukan sekadar kesalahan sesaat.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Toraja.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved