Repelita Bandung - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang menghadapi masalah sensitif berupa hubungan dengan Israel serta pemimpinnya Benjamin Netanyahu melalui keikutsertaan dalam Board of Peace yang diprakarsai Donald Trump sehingga menyakiti perasaan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
M Rizal Fadillah menilai Benjamin Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan dengan darah rakyat Palestina yang menempel di sekujur tubuhnya sehingga menoleransi atau duduk bersama penjajah seperti itu sama saja dengan menginjak konstitusi bangsa sendiri.
Menurut M Rizal Fadillah pertemanan harus berlandaskan ideologi bukan sekadar pragmatisme karena Israel telah dikutuk dunia atas genosida yang dilakukan dan Mahkamah Pidana Internasional pun telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Netanyahu.
M Rizal Fadillah menjelaskan bahwa sebagai anggota Board of Peace Benjamin Netanyahu bersama Donald Trump menguasai organisasi tersebut dengan perdamaian hanya menjadi kedok untuk memanfaatkan situasi sambil mengesampingkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Senjata termobarik produksi Amerika Serikat dipakai Israel untuk membakar habis Gaza sehingga kejahatan biadab semacam itu dibiarkan berlangsung tanpa hambatan menurut pandangan M Rizal Fadillah.
M Rizal Fadillah mengatakan Prabowo merasa tersanjung bergabung dalam Board of Peace yang memberikan kepuasan bagi Netanyahu yang ingin melucuti Hamas serta mengatur Gaza sehingga posisi Prabowo sebagai pemimpin yang membela Palestina justru terjebak dalam permainan Amerika Serikat dan Israel.
Hal ini seperti memasuki lingkaran mafia dunia yang membuat umat Islam Indonesia kecewa atas langkah Prabowo yang disebut dalam narasi Guardian sebagai klub suap dominasi Trump menurut M Rizal Fadillah.
M Rizal Fadillah mempertanyakan bagaimana mungkin memperjuangkan kemerdekaan Palestina jika harus berada satu meja dengan penjajah yang ingin menguasai Palestina sehingga hal tersebut dianggap tidak masuk akal dan di luar batas kewarasan.
Board of Peace berpotensi menjadi ruang lobi Yahudi untuk menguasai dunia dengan Gaza sebagai objek permainan strategis sehingga mempercayai Israel sama dengan menganggap Iblis sebagai kebaikan seperti yang dikemukakan M Rizal Fadillah.
M Rizal Fadillah menilai Prabowo sebagai pemimpin yang lemah dan tidak konsisten dalam pendirian karena saat bersama oposisi ia mengikuti aspirasi mereka tetapi ketika berhadapan dengan oligarki sikapnya berubah total.
Di depan TNI ia tampak sangat mendukung dan siap membatasi peran Polri namun saat bertemu Polri ia memberikan basa-basi serta mendukung penghentian reformasi sehingga terlalu banyak tipu daya dan mitos strategi menurut M Rizal Fadillah.
Pujian terhadap Prabowo sangat dinikmati sementara kritik dianggap tidak paham strategi sehingga semakin dekat dengan Netanyahu semakin rumit posisinya kata M Rizal Fadillah.
M Rizal Fadillah menyatakan rakyat akan menyimpulkan bahwa Prabowo merupakan pemimpin yang membahayakan bangsa dan rakyat Indonesia sehingga pilihan menjadi jelas apakah Prabowo memihak rakyat Indonesia atau Netanyahu serta Trump dan Palestina atau Israel.
Jika Netanyahu dianggap sahabat maka kepercayaan rakyat terhadap Prabowo akan sirna sehingga desakan pemakzulan sulit dielak karena Prabowo dinilai siap melawan rakyatnya sendiri menurut M Rizal Fadillah.
M Rizal Fadillah menambahkan bahwa mungkin Prabowo lebih percaya pada dukungan serta perlindungan dari Benjamin Netanyahu yang dianggap sebagai penjebak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

