Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ketua Kagama: Bonatua Hanya Cari Panggung, Hasil Penelitiannya Tak Linier dengan Temuan Roy Suryo Cs

 

Repelita Jakarta - Polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo kembali memanas setelah kubu Roy Suryo Cs menghadirkan Bonatua Silalahi sebagai ahli dalam persidangan pada Rabu (11/2/2026). Namun langkah ini justru menuai kritik tajam dari Ketua Kagama Cirebon Raya Heru Subagia yang menilai kehadiran Bonatua berpotensi memperlambat proses hukum yang sedang berjalan.

"Bakal mundur proses hukum bilamana temuan baru dari Bonatua dijadikan referensi baru," ujar Heru kepada wartawan pada Rabu (11/2/2026).

Heru menyoroti pernyataan Bonatua yang menyebut peneliti bukanlah profesi melainkan keahlian yang diperoleh dari pendidikan tinggi. Bonatua sebelumnya menegaskan bahwa gelar doktor dan puluhan SKS mata kuliah penelitian ilmiah telah membuktikan kapasitas akademiknya sebagai peneliti.

Ketua Kagama Cirebon Raya itu mengingatkan bahwa Roy Suryo Cs telah lebih dulu menyimpulkan tingkat kemiripan dokumen ijazah versi KPU dengan data ijazah Jokowi yang diunggah kader PSI Dian Sandi mencapai 98 persen lebih.

"Faktanya Roy sudah menyimpulkan jika ijazah versi KPU tersebut 98 sekian persen sama dengan data ijazah Jokowi yang diupload Sandi PSI," sebutnya.

Heru menekankan perbedaan pendekatan antara Bonatua dan tim Roy Suryo Cs. Bonatua berasal dari disiplin kebijakan publik sementara Roy Suryo Cs dikenal memiliki latar belakang digital forensik, sehingga hasil kajian keduanya diprediksi tidak akan linier.

"Yang kedua, Bonatua akan meneliti data ijazah Jokowi dengan sudut penelitian berbeda. Ia adalah ahli di kebijakan publik sementara Roy Suryo cs ahli digital forensik," jelasnya.

Ia memprediksi kajian Bonatua nantinya hanya akan menambah persepsi baru tanpa mendukung temuan yang sudah disampaikan Roy Suryo Cs, sehingga polemik berisiko berkepanjangan tanpa arah yang jelas.

"Hasilnya juga akan menambahkan persepsi dan fakta baru tetapi tidak mendukung linier temuan Roy Suryo cs. Akhirnya hanya bermain isu sendiri tanpa tujuan sandaran yang jelas," tegas Heru.

Lebih jauh, Heru mencurigai adanya agenda tersembunyi di balik terus bergulirnya polemik ijazah Jokowi yang telah menyedot perhatian publik secara massif.

"Hingga saya kok curiga, ada pihak yang sengaja menyusupkan isu baru hingga proses di persidangan akan kabur, lama dan pada akhirnya menjadi isu baru yang viral namun dangkal secara substansi," terang dia.

Ia bahkan menyinggung kemungkinan polemik ini sengaja dipertahankan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari isu-isu krusial di bawah pemerintahan Prabowo Subianto.

"Ada kecurigaan ada kesengajaan jika polemik ijazah Jokowi jadi konsumsi massal warga Indonesia untuk menutupi isu 2 krusial atas berbagai isu besar di bawah pemerintahan Prabowo," tandasnya.

Heru juga mengkritik manuver Bonatua yang dinilainya hanya mencari panggung tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap penuntasan perkara yang telah berlarut-larut.

"Hanya mencari panggung, tidak memperjelas atau mendukung fakta yang didapat oleh Roy Suryo cs," tukasnya mengakhiri pernyataan kritis.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved