Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Jokowi Turun Menangkan PSI, Pengamat Nilai Langkah Politiknya Keliru dan Mengusik Soliditas Koalisi Pemerintah

 

Repelita Makassar - Pidato mantan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia di Makassar menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pengamat politik.

Pengamat politik Universitas Nasional (UNAS), Slamet Ginting, menilai pernyataan Jokowi yang siap bekerja hingga tingkat kecamatan untuk memenangkan PSI merupakan sebuah langkah yang keliru secara politik.

Slamet mengungkapkan bahwa dukungan terbuka tersebut berpotensi memicu kegamangan di internal partai-partai besar yang selama ini menjadi penyangga utama pemerintahan.

Golkar, Gerindra, PAN, dan Demokrat disebut-sebut sebagai pihak yang mungkin merasa tidak nyaman dengan manuver politik yang dilakukan oleh presiden ketujuh Republik Indonesia itu.

Menurut Slamet, soliditas politik pemerintahan saat ini dapat terganggu apabila gestur politik Jokowi tidak dibaca secara cermat oleh para elit politik nasional.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bisa dimaknai sebagai upaya membangun pengaruh jangka panjang serta mengamankan kepentingan politik di masa yang akan datang.

Namun, Slamet mengingatkan bahwa peta kekuatan politik nasional pascalengseran jabatan telah mengalami perubahan signifikan sehingga pengaruh Jokowi tidak lagi sekuat periode sebelumnya.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, melalui kanal Youtube miliknya pada Selasa (10/2/2026) turut memberikan tanggapan yang menambah deretan sorotan terhadap pidato yang disampaikan di hadapan kader PSI tersebut.

Diskusi publik mengenai posisi dan peran Jokowi dalam dinamika politik pasca kepemimpinan pun semakin meluas di berbagai lini media sosial.

Warganet dengan akun @politikindonesia_id menuliskan cuitannya, “Pak Jokowi sekarang seperti pemain yang ingin tetap main meski peluit panjang sudah berbunyi. Aneh juga lihatnya.”

Akun @sultancebong turut berkomentar, “Ini bukan sekadar dukung partai, tapi sinyal kalau beliau belum mau lepas dari hiruk-pikuk kekuasaan.”

Cuitan dari @gerbangnegeri menambahkan, “Pengaruh Jokowi memang masih ada, tapi era kepemimpinan sudah berganti. Beda posisi beda pula kekuatan tawarnya.”

Beragam reaksi publik ini menegaskan bahwa pidato mantan kepala negara tersebut tidak hanya menjadi sorotan karena isi pernyataannya, tetapi juga karena waktu dan momentum politik yang dipilih.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved