Repelita Jakarta - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat atau GMKR resmi dideklarasikan di Gedung Joang 45 Menteng Jakarta pada Selasa 10 Februari 2026 sebagai wadah perjuangan bangsa untuk menyatukan seluruh rakyat Indonesia dalam upaya merebut kembali kedaulatan yang telah dirampas oleh oligarki.
Deklarasi tersebut dibacakan oleh mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI Purn Soenarko yang didampingi anggota presidium lain termasuk Dr Ir Muhammad Said Didu Laksma TNI Purn Moeryanto Dr Ir Marwan Batubara HM Rizal Fadillah SH serta Komjen Pol Purn Oegroseno.
Acara deklarasi ini disertai lima tuntutan utama rakyat yang mencakup penegakan hukum terhadap Jokowi pemakzulan terhadap Gibran serta reformasi menyeluruh di tubuh Polri guna mengembalikan keadilan dan kedaulatan kepada rakyat.
Gedung Joang 45 dipadati ribuan peserta dari berbagai kalangan mulai dari purnawirawan TNI akademisi ulama ibu-ibu rumah tangga mahasiswa hingga aktivis yang menunjukkan semangat juang tinggi selama acara berlangsung.
Hadirin merespons orasi dari lebih dari dua puluh tokoh dengan penuh antusiasme sambil bernyanyi bersama lagu-lagu perjuangan seperti Halo Halo Bandung dan Maju Tak Gentar yang semakin menggelorakan suasana.
Fenomena ini menandakan adanya kesepakatan luas di kalangan rakyat bahwa perang semesta melawan oligarki menjadi keharusan untuk menghentikan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi yang telah berlangsung lama.
Oligarki digambarkan telah melakukan gerilya politik secara bertahap mulai dari tingkat lokal hingga internasional sehingga berhasil menjajah bangsa Indonesia melalui kolaborasi antara pebisnis serakah politisi korup pejabat pengkhianat serta aparat yang menyimpang.
Mereka dituding hidup dalam kemewahan sambil memiskinkan rakyat dengan mengeksploitasi kekuasaan dan sumber daya negara untuk kepentingan pribadi serta kelompok mafia yang menguasai perdagangan kedaulatan.
Rakyat dinilai telah terlalu lama menanggung penjajahan baru yang lebih kejam daripada masa kolonial Belanda dengan cengkeraman tajam dan penindasan yang sistematis hingga menimbulkan penderitaan di mana-mana.
Saatnya rakyat bangkit melakukan perlawanan total melalui people power dengan menggalang seluruh elemen masyarakat mulai dari mahasiswa buruh santri ulama purnawirawan akademisi petani pengusaha pejuang hingga kelompok profesi dan aktivis militan.
Persatuan semua kekuatan strategis ini diharapkan mampu menghancurkan dominasi oligarki dan mengembalikan kedaulatan sepenuhnya ke tangan rakyat sebagai pemegang mandat tertinggi.
Suara rakyat dianggap sebagai suara Tuhan sehingga ketika rakyat bersuara maka segala penghalang termasuk oligarki akan runtuh karena Allah tidak meridhai kezaliman yang dilakukan oleh siapa pun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

