
Repelita Jakarta - Politisi Andi Sinulingga mempertanyakan narasi pemerintah yang mewacanakan penghentian pembukaan gerai baru ritel modern Indomaret dan Alfamart.
Wacana tersebut mencuat setelah pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Desa Yandri Susanto mengenai rencana pembentukan Koperasi Merah Putih.
Dalam unggahannya di media sosial X, Jumat (20/2/2026), Andi Sinulingga menyayangkan mengapa harus terjadi pembenturan antar sesama anak bangsa.
"Kenapa harus di bentur-benturkan sesama anak bangsa?" kata Andi Sinulingga dikutip dari unggahannya di X, Jumat (20/2/2026).
Menurut Andi, semestinya tidak ada perlakuan yang membeda-bedakan antara Indomaret dan Alfamart dengan Koperasi Merah Putih.
Ia menegaskan bahwa inisiatif membangun koperasi itu baik, namun keberadaan Indomaret dan Alfamart juga tidak sepatutnya dipersalahkan.
"Bikin koperasi juga bagus, Indomaret atau Alfamart apa salahnya?" ujarnya.
Andi menggambarkan betapa pentingnya peran Indomaret dan Alfamart dalam menopang perekonomian Indonesia, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.
Ia menyebut kedua perusahaan ritel modern tersebut telah menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja yang semuanya adalah putra-putri bangsa.
"Bukankah perusahaan tersebut bikin ekonomi Indonesia tumbuh, menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja & mereka itu semua anak bangsa, kenapa di benturkan dengan KMP?" imbuhnya.
"Jahat amat," tambah Andi menanggapi wacana yang mengarah pada pembenturan kepentingan ekonomi tersebut.
Sebelumnya, Menteri Desa Yandri Susanto menyampaikan pernyataan saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu.
Ia mengaku sepakat agar pembangunan gerai baru Alfamart dan Indomaret dihentikan jika Koperasi Desa sudah berjalan.
"Saya setuju sekali, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujarnya.
Yandri mengungkapkan data bahwa saat ini tercatat lebih dari 20 ribu gerai ritel modern tersebar di seluruh pelosok Indonesia.
Ia menilai kondisi tersebut telah mengarah pada praktik monopoli yang mengancam keberlangsungan usaha kecil masyarakat di desa.
"Tidak apple to apple sebenarnya kalau mereka sudah sangat besar dan monopoli. Itu akan menjadi ancaman bagi Kopdes. Kekayaannya sudah terlalu (menumpuk) menurut saya," ucap Yandri.
Pernyataan serupa juga diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sebuah rapat di DPR.
Ia mengaku telah bertemu dengan pemilik ritel modern dan meminta mereka untuk menyetop pembangunan gerai baru di wilayah desa.
"Saya sudah bertemu dengan pemilik ritel modern dan meminta mereka setop membangun di desa. Biarkan koperasi desa yang berjualan," ujarnya.
Ferry menjelaskan bahwa peran ritel modern nantinya hanya untuk melengkapi kehadiran koperasi di desa.
"Jika ada barang yang tidak mampu diproduksi koperasi, baru pihak ritel tersebut boleh memasok barangnya," ucap Ferry.
Pemerintah saat ini tengah memacu pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih secara masif di seluruh Indonesia.
Ferry menyampaikan bahwa tahap awal pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu dekat ini.
"Harapannya Maret atau April mendatang, sebanyak 26.000 bangunan fisik koperasi desa sudah selesai dibangun dan terlihat wujudnya di tahap awal ini," pungkas Ferry.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

