Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Analis Nilai Pernyataan Dukungan Jokowi untuk Dua Periode Masih Prematur

 Jokowi Masuk Daftar OCCRP, Kilas Balik Nawadosa Usai Dua Periode  Pemerintahannya | tempo.co

Repelita Jakarta - Berbagai kebijakan yang diluncurkan pemerintahan saat ini ditengarai merupakan bagian dari kalkulasi politik jangka panjang menuju pemilihan umum tahun 2029.

Langkah-langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto banyak dilihat sebagai upaya strategis untuk membangun dan memperkuat fondasi dukungan elektoral sejak masa pemerintahannya dimulai.

Peneliti dari Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa, memberikan analisisnya terkait fokus utama Partai Gerindra dalam mengamankan posisi capres Prabowo untuk kontestasi mendatang.

"Berdasarkan hal di atas, menurut saya sangat wajar jika Gerindra masih berfokus pada mengamankan posisi Prabowo sebagai Capres mendatang, alih-alih memikirkan pasangannya nanti," tutur Ardha kepada media pada Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan mengenai calon wakil presiden baru akan mengemuka setelah basis dukungan untuk Prabowo dianggap telah kuat dan solid.

Dinamika mengenai apakah Gibran Rakabuming Raka akan tetap mendampingi atau tergantikan sangat bergantung pada konstelasi politik yang berkembang di kemudian hari.

Ardha menilai pernyataan dukungan Joko Widodo untuk pasangan Prabowo-Gibran dua periode merupakan pernyataan yang masih terlalu prematur diberikan situasi politik saat ini.

"Karenanya, pernyataan Jokowi yang akan mendukung Prabowo-Gibran dua periode menurut saya merupakan pernyataan yang prematur," ungkapnya.

Peran Gibran sebagai wakil presiden dinilai masih relatif terbatas karena fungsi institusionalnya yang tidak memiliki kewenangan politik yang signifikan.

Situasi ini turut menjelaskan langkah politik Joko Widodo yang secara aktif tampil dalam Kongres Partai Solidaritas Indonesia belum lama ini.

Kehadiran mantan presiden tersebut dalam acara partai yang dipimpin anaknya itu dipandang sebagai penegasan posisi politiknya di tengah dinamika kekuasaan.

Ardha mempertanyakan kekuatan PSI sebagai alat tawar Jokowi untuk mengamankan posisi Gibran sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo pada 2029.

Kesiapan dan pengaruh partai tersebut dinilai masih perlu dibuktikan lebih lanjut seiring berjalannya waktu dan dinamika politik.

"Kembali, menurut saya hal tersebut masih terlalu dini untuk dinilai, bukan saja karena pengusungan Cawapres yang masih jauh, akan tetapi juga masih terdapat sejumlah agenda politik yang akan sangat berpengaruh terhadap kekuatan politik Jokowi," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa isu perombakan kabinet yang sempat beredar memiliki potensi menjadi titik balik dalam hubungan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Hasil dari reshuffle tersebut akan sangat menentukan apakah para pendukung Jokowi di dalam kabinet justru semakin menguat atau malah tersingkirkan.

"Katakanlah agenda reshuffle yang kemarin-kemarin sempat santer diberitakan, apakah akan menggeser posisi proxy Jokowi di kabinet atau justru tergeser? Tentu hal tersebut akan menjadi game changer hubungan Prabowo dan Jokowi lebih lanjut," pungkas Ardha.

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani secara terbuka telah menggaungkan wacana periode kedua bagi Prabowo Subianto dalam perayaan HUT partai.

Seruan itu disambut dengan yel-yel antusias dari kader partai yang memenuhi ruangan pada acara yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Meski wacana dua periode menguat, Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono menegaskan bahwa partainya belum memasuki pembahasan khusus untuk Pilpres 2029.

Fokus utama saat ini masih diarahkan untuk mendukung dan mengawal keberhasilan berbagai program yang diluncurkan oleh pemerintah.

Joko Widodo sendiri telah menyatakan dukungannya secara terbuka agar duet Prabowo dan Gibran dapat berlanjut untuk periode pemerintahan berikutnya.

Pernyataan itu disampaikannya di Solo, Jawa Tengah, pada akhir Januari 2026, menegaskan posisinya dalam peta politik nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved