Repelita Jakarta - Brigadir Jenderal Polisi Siswandi menantang Roy Suryo untuk melakukan sumpah pocong.
Tantangan itu terkait dengan polemik yang menyangkut keaslian ijazah akademik mantan Presiden Joko Widodo.
Dia bahkan menyatakan kesediaannya untuk menyumbangkan dana guna keperluan pelaksanaan ritual tersebut.
"Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong," demikian kutipan tantangan Siswandi.
Sumpah pocong merupakan sebuah tradisi dalam masyarakat Jawa yang berlandaskan nilai keislaman.
Tradisi ini digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu tuduhan dengan cara khusus.
Pelaku akan dibungkus dengan kain kafan sebagaimana jenazah sebelum mengucapkan sumpah.
Keyakinan akan adanya laknat dari Tuhan menjadi konsekuensi jika sumpah yang diucapkan ternyata bohong.
Ritual ini sering ditempuh sebagai jalan terakhir dalam menyelesaikan sengketa atau krisis kepercayaan.
"Berani enggak, ayo Mas Roy sumpah pocong. Anda kan hebat, keras ngelawan. Saya akan datang kalau anda sumpah pocong. Saya akan nyumbang anggaran secukupnya untuk melaksanakan sumpah pocong," tegas Siswandi.
Pernyataan itu disampaikan pada tanggal 23 Januari 2026 sebagai bentuk keseriusan tantangannya.
Dia meyakini bahwa sumpah pocong adalah cara paling jujur untuk mengakhiri perdebatan publik.
Siswandi bahkan siap mendanai seluruh kebutuhan ritual jika Roy Suryo bersedia menerima tantangan.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Roy Suryo terkait tantangan yang dilontarkan.
Lebih lanjut, Siswandi meragukan kapasitas Roy Suryo dalam menilai keabsahan dokumen pendidikan.
Menurutnya, tidak mungkin seseorang memvonis dokumen sebagai palsu tanpa pernah melihat fisik aslinya.
"Ngelihat megangnya belum kok sudah bilang palsu. Apa hebatnya dia," ujar Siswandi.
Pernyataan itu disampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Rasis Infotainment pada hari Kamis tanggal 22 Januari.
Dia menekankan bahwa dalam hukum, beban pembuktian berada di pihak yang menuduh.
"Setiap orang yang mengatakan itu palsu, buktikan," tuturnya dengan tegas.
Siswandi juga mengingatkan bahwa Universitas Gadjah Mada telah memberikan klarifikasi resmi.
Rektor UGM Profesor Ova Emilia disebut telah memastikan keaslian ijazah Joko Widodo.
"Rektor yang mengeluarkan aja bilang asli. Anda nggak ada urusannya bilang palsu. Apa kapabilitas anda?" kata dia.
Dia menyarankan Roy Suryo untuk melakukan refleksi spiritual agar mendapatkan ketenangan batin.
"Saya sarankan anda salat tahajud agar dikasih pencerahan. Salat tobat, salat tahajud silakan," pungkasnya.
Isu mengenai ijazah Joko Widodo telah mencuat sejak tahun 2022 dan terus menjadi perdebatan.
Namun pihak kampus dan yang bersangkutan telah berulang kali menegaskan keaslian dokumen tersebut.
Siswandi merupakan mantan perwira polisi dengan rekam jejak panjang di bidang hukum.
Dia pernah menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota pada periode tahun 2002 hingga 2004.
Kariernya terus menanjak hingga ditunjuk sebagai Direktur Pertama Badan Narkotika Nasional.
Setelah pensiun, dia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan mendirikan firma hukum.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

