Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Komandan IRGC Siapkan Pasukan dengan "Jari di Pelatuk" Hadapi Ancaman AS di Teluk

Repelita Teheran - Korps Garda Revolusi Iran menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan IRGC Jenderal Mohammad Pakpour pada hari Sabtu tanggal 25 Januari 2026.

Dia menegaskan bahwa pasukannya berada dalam posisi lebih siap dari sebelumnya dengan jari berada di pelatuk.

Peringatan itu disampaikan sebagai respons terhadap ancaman dari Amerika Serikat yang diduga akan melancarkan serangan.

Portal berita Nournews yang dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Iran melaporkan pernyataan tersebut.

Laporan itu disebarkan melalui kanal Telegram mereka dengan mengutip peringatan kepada Amerika Serikat.

Pakpour mengingatkan agar Amerika Serikat menghindari kesalahan kalkulasi dalam memperkirakan situasi.

Dia menyatakan bahwa IRGC bersama rakyat Iran siap mengeksekusi instruksi dari Pemimpin Tertinggi.

Pernyataan itu muncul di tengah semakin mendekatnya armada laut Amerika Serikat ke kawasan Teluk.

Presiden Amerika Serikat telah berulang kali mengingatkan Iran mengenai dua garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Larangan tersebut adalah membunuh para demonstran dan melakukan eksekusi massal terhadap para tahanan.

Presiden Trump pekan lalu mengklaim telah membatalkan rencana serangan setelah Iran tidak jadi mengeksekusi tahanan.

Klaim tersebut dibantah oleh Jaksa Tinggi Iran Mohammad Movahedi yang menyatakan tidak ada rencana eksekusi.

Pada hari Kamis tanggal 22 Januari 2026, Trump menginformasikan pengiriman kapal perang menuju Teluk.

Dia menyatakan memiliki armada kapal besar yang bergerak ke wilayah tersebut untuk berjaga-jaga.

"Kami punya armada kapal besar menuju arah sana dan mungkin kami tidak akan menggunakannya," ujar Trump.

Para komandan militer senior Iran juga menegaskan pentingnya persatuan di antara angkatan bersenjata.

Mereka menyatakan kesiapan untuk mempertahankan negara hingga titik darah penghabisan.

Komandan Pasukan Darat Angkatan Darat Iran Ali Jahanshahi menekankan persatuan internal sebagai kunci.

"Persatuan di antara angkatan bersenjata adalah kunci untuk menggagalkan musuh dalam situasi krisis," kata Jahanshahi.

Dia menegaskan angkatan bersenjata harus bertindak sebagai satu kesatuan yang solid dan kompak.

Pasukan Darat Angkatan Darat akan berdiri bersama Pasukan Darat IRGC untuk mempertahankan kedaulatan.

Tidak ada pengorbanan yang akan dihindari dalam upaya melindungi wilayah dan integritas negara.

Dalam pernyataan terpisah, Komandan Pasukan Darat Garda Revolusi Islam juga menekankan soliditas.

Brigadir Jenderal Mohammad Karami menyatakan persatuan telah menggagalkan berbagai rencana musuh.

"Sinergi yang ada di antara angkatan bersenjata merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diperkuat dengan sungguh-sungguh," kata Karami.

Situasi keamanan di kawasan Teluk Persia semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Setiap perkembangan akan dipantau secara ketat oleh masyarakat internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved