
Repelita Banjar - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka kembali turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis tanggal delapan Januari dua ribu dua puluh enam tersebut diunggah melalui kanal YouTube resmi Wakil Presiden pada hari Senin tanggal dua belas Januari.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran dikelilingi oleh sejumlah mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat.
Isu yang disinggung para mahasiswa cukup beragam, mulai dari maraknya aktivitas tambang ilegal, ekspansi perkebunan kelapa sawit, hingga persoalan tata ruang yang dinilai menjadi pemicu banjir tahunan.
Para mahasiswa menekankan bahwa masyarakat terdampak membutuhkan solusi yang konkret dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sosial bersifat sementara.
Mereka berharap agar Wakil Presiden dapat menyampaikan aspirasi tersebut kepada kementerian dan instansi terkait agar segera ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat.
Salah seorang mahasiswa menyatakan bahwa kehadiran orang nomor dua di Indonesia di Kalimantan Selatan harus menjadi momentum penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Dia mengungkapkan bahwa di wilayah tersebut ditemukan sedikitnya seratus delapan puluh tambang ilegal yang diduga kuat berkontribusi terhadap terjadinya bencana banjir.
Temuan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Mahasiswa tersebut juga menyoroti persoalan perizinan pertambangan dan perkebunan sawit serta tata ruang wilayah di Kalimantan Selatan yang dinilai bermasalah.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya infrastruktur pengendali banjir seperti sumur resapan yang seharusnya menjadi bagian dari sistem mitigasi bencana.
Dia menegaskan bahwa banjir yang terjadi hampir setiap tahun telah mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Oleh karena itu, warga membutuhkan kebijakan jangka panjang yang mampu menjawab persoalan secara menyeluruh dan komprehensif.
Mahasiswa tersebut mengingatkan bahwa persoalan banjir di Kalimantan Selatan tidak bisa diselesaikan hanya dengan program jangka pendek.
Dia menekankan perlunya perencanaan jangka panjang selama sepuluh hingga tiga puluh tahun ke depan karena periode lima tahun dinilai tidak cukup untuk menjawab permasalahan yang ada.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan respons langsung di lokasi.
Dia meminta kepala daerah setempat, yaitu Gubernur dan Bupati, untuk menindaklanjuti temuan-temuan yang diungkapkan di lapangan.
Gibran juga mengapresiasi kehadiran dan partisipasi aktif mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara langsung kepadanya.
Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk kalangan akademisi, dalam mencari solusi terbaik untuk masalah banjir yang berulang.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

