:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Sosok-Rizal-Fadillah-soal-ijazah-Jokowi.jpg)
Repelita Bandung - M Rizal Fadillah menyampaikan pandangan pedas mengenai posisi kepolisian dalam penegakan hukum yang dinilai sangat tunduk pada kehendak mantan Presiden Jokowi
Ia mengungkapkan bahwa setelah Eggi Sudjana menyampaikan curhatan langsung kepada Jokowi terkait status tersangkanya maka Jokowi segera menghargai dan memanggil dua penyidik dari Polda Metro Jaya yang sudah menunggu di kediamannya
Menurutnya pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk segera mengeluarkan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan bagi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di Jakarta
Proses cepat tersebut disebut sebagai bukti adanya perintah langsung yang sudah disiapkan dengan kedatangan penyidik ke rumah Jokowi sehingga disebut sebagai penjemputan perintah
Ia menilai kejadian ini bukan karena kehebatan Eggi Sudjana melainkan karena Jokowi melihat peluang untuk menundukkan pihak yang dianggap menyerahkan diri untuk dikendalikan
Eggi Sudjana dinilai datang bukan untuk meminta maaf melainkan untuk membangun pemahaman dengan figur yang disebut sebagai penguasa mutlak
Sejak laporan pertama diterima di Polda Metro Jaya pada tanggal 30 April 2025 kepatuhan polisi terhadap arahan Jokowi terlihat sangat jelas
Laporan yang hanya bermodal fotokopi langsung diterima sebagai laporan polisi tanpa memerlukan konsultasi lebih lanjut
Proses berita acara pemeriksaan selesai dengan cepat dan pada hari yang sama surat perintah penyelidikan langsung diterbitkan
Kelima terlapor awal yaitu RS RHS TT ES dan KTR menjadi sasaran utama meskipun Jokowi mengklaim belum ada terlapor resmi
Penyidik membuat nomenklatur terlapor dalam tahap penyelidikan sehingga semua pihak bisa disasar secara luas
Akibatnya jumlah terlapor melonjak menjadi dua belas orang secara sewenang-wenang tanpa arah yang jelas
Dari tahap klarifikasi melalui berita acara klarifikasi status langsung naik ke penyidikan dan berhasil menetapkan delapan tersangka
Beberapa tersangka yang tidak termasuk dalam laporan awal Jokowi justru terjaring dari laporan lain di Polres Jakarta Pusat Jakarta Selatan dan Bekasi
Ia menyebut ini sebagai tersangka hasil laporan campur aduk demi memenuhi kehendak Jokowi
Penerapan restorative justice dalam KUHAP baru disebut sebagai alat untuk menghentikan penyidikan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebagai korban pertama
Eggi Sudjana kemudian berangkat ke Malaysia menggunakan pesawat sementara Damai Hari Lubis harus menghadapi banyak undangan media dan menjelaskan situasi sendirian
Jokowi meskipun dalam kondisi sakit tetap digambarkan bahagia mengatur kepolisian dengan pengaruh yang sangat kuat
Keputusan melanjutkan atau menghentikan penyidikan dinilai sepenuhnya bergantung pada kehendak Jokowi
Para tersangka dihadapkan pada ultimatum untuk datang ke Solo agar mendapatkan SP3 jika tidak maka proses dilanjutkan ke jaksa
Meskipun status delik aduan masih kabur faktor penentu utama tetap pada keputusan Jokowi
Ia menyatakan bahwa penggambaran pengadilan hukum menjadi seperti gladiator di mana nasib dipenggal atau dilepaskan tergantung jempol penguasa
Ironisnya pihak yang diduga melakukan pemalsuan ijazah justru Jokowi namun yang terus diperiksa adalah mereka yang menuntut kebenaran fakta ijazah tersebut
Masyarakat melihat bahwa posisi kepolisian berada di bawah kendali sandal Jokowi yang digunakan untuk menginjak para pembantunya
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung 18 Januari 2026(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

