Yang Terhormat Bapak Prabowo Subianto,
Dengan penuh hormat, saya menuliskan surat terbuka ini sebagai bentuk kegelisahan atas kebijakan pengangkatan petugas MBG menjadi PPPK penuh waktu. Kebijakan tersebut menimbulkan luka keadilan bagi tenaga honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi, namun hanya diberi SK paruh waktu. Ironisnya, MBG yang baru satu tahun bertugas justru langsung diangkat penuh waktu.
Jerih Payah yang Terabaikan
Tenaga honorer di daerah telah berkorban waktu, tenaga, dan pikiran demi mendidik anak bangsa. Mereka bertahun-tahun menunggu kepastian, namun hanya diberi status paruh waktu. Sementara itu, petugas MBG yang baru satu tahun bekerja langsung diangkat penuh waktu. Bahkan di sejumlah daerah, gaji petugas MBG lebih tinggi dibanding PPPK yang sudah lama mengabdi. Apakah ini bentuk penghargaan yang layak bagi mereka yang berjuang di pelosok?
Klarifikasi Seorang Pengkritik
Ada yang menuduh suara-suara kritis ini dibayar asing. Saya tegaskan: satu sen pun tidak pernah saya terima. Kritik ini lahir dari hati nurani, bukan dari kepentingan luar. Saya hanya ingin keadilan ditegakkan, terutama bagi mereka yang sudah bertahun-tahun berjuang mendidik anak bangsa.
Mengingat Perjuangan Masa Lalu
Kami masih ingat bagaimana Bapak pada 2013–2018 bersuara lantang membela rakyat, menekankan pentingnya keadilan sosial. Kini, suara itu seakan hilang. Publik bertanya-tanya: ke mana arah perjuangan yang dulu digembar-gemborkan?
Penutup
Surat ini bukan sekadar kritik, melainkan seruan agar Bapak kembali menimbang dengan hati nurani. Jangan biarkan kebijakan yang timpang merusak kepercayaan publik. Keadilan bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata.
Hormat saya,
Rina Syafri

