
Repelita Jakarta - Jonru Ginting menyampaikan sebuah analisis mengenai karakter kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menurutnya sulit untuk dipahami.
Dalam pernyataannya Jonru mengungkapkan bahwa memahami sosok Presiden ketujuh Joko Widodo dirasa lebih mudah karena konsistensi antara ucapan dan tindakannya.
Menurutnya begitu seseorang mengetahui jati diri Joko Widodo yang sesungguhnya maka semua kebijakan dan pernyataannya akan mudah dipahami arah tujuannya.
Namun situasinya menjadi sangat berbeda ketika berusaha memahami karakter dan strategi politik dari Presiden Prabowo Subianto.
Jonru mengaku sempat mengira bahwa jabatan Menteri Pertahanan yang diemban Prabowo dahulu merupakan bagian dari strategi karier seorang jenderal.
Kebingungannya muncul ketika Prabowo aktif membela dan memuji-muji kinerja Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai presiden.
Ia sempat mempertanyakan apakah pembelaan tersebut merupakan sikap yang tulus atau hanya sebuah sandiwara politik belaka.
Perasaan simpatinya justru memudar ketika menyaksikan aksi Prabowo Subianto selama masa kampanye dan debat calon presiden bersama dengan pasangannya Gibran Rakabuming Raka.
Setelah terpilih menjadi presiden banyak kalangan termasuk dirinya sempat merasa kasihan karena mengira Prabowo berada dalam posisi yang tersandera oleh kekuatan politik tertentu.
Perasaan kasihan itu kemudian berubah menjadi keheranan ketika Prabowo tiba-tiba meneriakkan yel-yel Hidup Jokowi di hadapan publik.
Kebingungannya semakin bertambah dengan kebiasaan Prabowo yang seringkali menuding para pengkritik pemerintah sebagai antek-antek asing.
Langkah kontroversial Presiden Prabowo bergabung dengan dewan perdamaian internasional dan menyumbang dana besar senilai tujuh belas triliun rupiah justru memantik kecurigaan baru.
Banyak warganet yang kemudian berkomentar bahwa justru Prabowo sendiri yang menunjukkan ciri-ciri sebagai antek asing melalui kebijakannya itu.
Jonru menekankan bahwa komentar tersebut merupakan pendapat warganet dan bukan pernyataan pribadinya mengenai presiden.
Ia mengakui merasa benar-benar bingung dan heran dalam upayanya memahami sosok presiden yang satu ini.
Kemungkinan lain yang ia pertimbangkan adalah apakah dirinya yang terlalu bodoh untuk memahami karakter seorang politikus yang juga memiliki banyak bisnis di berbagai sektor.
Jonru membuka ruang diskusi dengan menanyakan pendapat pembaca mengenai bagaimana seharusnya memahami karakter kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang kompleks tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

