Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

NasDem Digerogoti PSI, Surya Paloh sedang Siapkan Apa?

 Hubungan Disebut Tak Baik, NasDem Berharap Surya Paloh dan Jokowi Bertemu

Repelita Jakarta - Partai NasDem mengalami persoalan internal dengan hengkangnya sejumlah kadernya ke Partai Solidaritas Indonesia, menimbulkan pertanyaan mengenai strategi yang sedang disiapkan oleh pimpinan partai.

Rusdi Masse Mappasessu menjadi nama terbaru yang memutuskan untuk meninggalkan partai berlambang matahari biru itu sekaligus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Langkah tersebut dinilai cukup signifikan mengingat Rusdi Masse sebelumnya menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi III di parlemen.

Sebelumnya dua nama lain yaitu Ahmad Ali dan Bestari Barus juga telah lebih dulu memutuskan untuk beralih ke Partai Solidaritas Indonesia.

Gelombang perpindahan ini memunculkan tanda tanya besar mengenai daya tarik PSI yang belum memiliki satu pun kursi di DPR RI dibandingkan NasDem yang memiliki 69 kursi.

Analis politik mempertanyakan strategi dan daya pikat apa yang dimiliki oleh partai baru tersebut sehingga mampu menarik kader dari partai mapan.

Di sisi lain publik juga mempertanyakan respons dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam menghadapi fenomena ini.

Surya Paloh terakhir terlihat secara publik saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada bulan Oktober tahun lalu.

Sejak pertemuan itu kehadirannya jarang terlihat bahkan saat terjadi bencana alam di Aceh yang merupakan daerah asalnya.

Keheningan dari pimpinan partai tersebut memicu spekulasi mengenai persiapan strategi besar untuk merespons dinamika politik terkini.

Beberapa pihak menduga Surya Paloh sedang merancang manuver balasan yang mungkin akan diluncurkan setelah PSI menyelesaikan tahap perekrutan kadernya.

Sumber daya politik yang dimiliki NasDem dinilai masih sangat besar dan dapat dimaksimalkan untuk mempertahankan pengaruhnya.

Partai NasDem memiliki catatan pertumbuhan suara yang konsisten sejak Pemilu 2014 dan saat ini berada di posisi empat besar di parlemen.

Fenomena perpindahan kader ini menguji ketahanan partai dalam menjaga soliditas internal menghadapi partai baru yang agresif.

Pernyataan dari kader PSI seperti Kaesang Pangarep dan Ahmad Ali mengenai penguasaan basis di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan turut memanaskan persaingan.

Namun basis Sulawesi Selatan secara historis merupakan daerah kuat Partai Golkar yang telah berakar selama puluhan tahun.

Pertanyaan kini beralih kepada kemampuan Surya Paloh dan jajaran pimpinan NasDem dalam membaca peta politik dan merumuskan strategi efektif.

Efektivitas strategi tersebut akan menentukan apakah tren pertumbuhan suara NasDem akan terus berlanjut atau justru mengalami penurunan.

Politik Indonesia memang dinamis di mana perpindahan kader adalah hal yang biasa namun gelombang berturut-turut seperti ini patut menjadi perhatian.

Semua pihak kini menunggu langkah konkret dan respons dari Surya Paloh sebagai pemimpin partai untuk menjawab tantangan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved