
Repelita Jakarta - Isu mengenai kemungkinan terjadinya kepanikan masyarakat selama tujuh hari berturut-turut terus menyebar secara masif di berbagai platform media sosial.
Narasi tersebut telah memunculkan kekhawatiran luas di kalangan masyarakat terkait potensi terganggunya rantai pasok logistik, pelayanan fasilitas umum, serta kelancaran kegiatan perekonomian sehari-hari.
Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak pemerintah yang mengonfirmasi kebenaran skenario kepanikan tersebut.
Para pakar di bidang penanggulangan bencana menekankan bahwa kesiapan individu dan keluarga tetap menjadi langkah yang sangat diperlukan meskipun isu tersebut belum terverifikasi.
Salah satu upaya paling praktis yang dapat dilakukan adalah menyiapkan tas darurat yang berisi perlengkapan esensial untuk menghadapi situasi krisis mendadak.
Persiapan tas darurat dimaksudkan sebagai bentuk kewaspadaan preventif agar masyarakat dapat menghindari reaksi panik yang berlebihan ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.
Perlengkapan pertama yang wajib disertakan adalah dokumen penting beserta uang tunai dalam jumlah secukupnya.
Fotokopi identitas diri seperti KTP, Kartu Keluarga, kartu BPJS Kesehatan, serta kartu ATM sebaiknya disimpan dalam wadah kedap air untuk menjaga keamanannya.
Uang tunai dalam pecahan kecil disarankan karena sistem perbankan elektronik atau pembayaran digital berpotensi tidak berfungsi sementara waktu.
Makanan siap saji yang tahan lama harus menjadi prioritas utama dalam isi tas darurat tersebut.
Pilihan seperti biskuit energi tinggi, makanan kalengan, abon, roti kering, serta mie instan sangat cocok karena tidak memerlukan peralatan memasak yang rumit.
Stok makanan tersebut perlu mencukupi kebutuhan minimal selama tujuh hari bagi setiap anggota keluarga.
Ketersediaan air minum bersih merupakan kebutuhan mutlak yang tidak boleh diabaikan dalam persiapan ini.
Setiap individu diperkirakan memerlukan setidaknya dua liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan hidrasi dasar.
Apabila sulit membawa air dalam volume besar, disarankan menyertakan tablet pemurni air atau botol filter portabel yang praktis digunakan.
Perlengkapan kesehatan dan obat-obatan juga harus dimasukkan secara lengkap ke dalam tas darurat.
Obat pribadi, obat penurun demam, obat diare, antiseptik, plester luka, perban, masker medis, serta vitamin perlu disiapkan sesuai kebutuhan keluarga.
Bagi penderita penyakit kronis, pastikan stok obat rutin tersedia dalam jumlah yang memadai.
Alat komunikasi dan sumber daya listrik menjadi komponen vital untuk menjaga koneksi informasi.
Radio genggam, power bank berkapasitas tinggi, kabel pengisi daya, serta senter dengan baterai cadangan sangat diperlukan.
Radio portable berguna untuk menerima siaran resmi pemerintah ketika jaringan telepon seluler atau internet mengalami gangguan.
Perlengkapan kebersihan pribadi tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan selama masa darurat.
Sabun cair, tisu basah, hand sanitizer, pembalut wanita, popok bayi jika ada anak kecil, serta sikat gigi dan pasta gigi harus disertakan.
Pakaian ganti secukupnya, jas hujan ringan, serta selimut tipis atau selimut darurat yang mudah dilipat juga perlu dibawa.
Alat-alat multifungsi seperti pisau lipat, korek api tahan air, peluit sinyal, dan tali paracord dapat memberikan bantuan signifikan dalam berbagai situasi tak terduga.
Para ahli menegaskan bahwa menyusun tas darurat bukanlah tanda ketakutan terhadap isu yang beredar melainkan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan literasi kebencanaan.
Langkah ini justru membantu masyarakat untuk tetap tenang, berpikir jernih, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah banjir informasi di media sosial saat ini, masyarakat dihimbau untuk selalu mengacu pada sumber resmi pemerintah dan menghindari penyebaran kabar yang dapat memicu kepanikan kolektif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

