Repelita Mojokerto - Sebanyak 261 penerima program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mojokerto mengalami keracunan setelah mengkonsumsi menu yang disediakan.
Mereka dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan setempat setelah menyantap hidangan soto ayam yang berasal dari suatu satuan pelayanan pemenuhan gizi.
Kejadian ini terjadi pada hari Jumat tanggal 9 Januari 2026 di wilayah Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, mengonfirmasi jumlah korban yang tercatat melalui posko penanganan mencapai dua ratus enam puluh satu orang.
Dari total tersebut, seratus empat puluh orang telah diizinkan pulang atau menjalani perawatan jalan, sementara seratus dua puluh satu orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas.
Jumlah korban sebenarnya diperkirakan bisa lebih banyak lagi karena beberapa korban diduga datang langsung ke fasilitas kesehatan tanpa melapor terlebih dahulu.
Para korban yang sebagian besar merupakan pelajar dan santri mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, demam, dan diare pada Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Satuan pelayanan yang diduga menjadi sumber distribusi makanan tersebut diketahui melayani hampir dua ribu tujuh ratus siswa dari dua puluh lembaga pendidikan berbeda.
Operasional dapur tersebut telah dihentikan sementara oleh Badan Pangan Nasional untuk memungkinkan proses investigasi penyebab kejadian berlangsung tanpa hambatan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan pasca insiden tersebut.
Emil menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perhatian maksimal agar semua penerima manfaat yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan terbaik.
Seluruh biaya perawatan dan pengobatan untuk korban keracunan massal ini akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah sesuai dengan penegasan Wakil Gubernur.
Ia juga mengimbau masyarakat yang sebelumnya menerima makanan dari penyedia yang sama dan mengalami gejala serupa untuk segera melaporkan diri ke posko terdekat.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap seluruh faktor potensial penyebab keracunan, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga kebersihan alat dan sistem distribusi.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai akar permasalahan sehingga sistem pemenuhan gizi masyarakat ke depan dapat diperbaiki dan diperkuat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

