Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Gibran Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Robotika untuk Dukung Swasembada Pangan dan Transformasi Digital Nasional

Repelita Salatiga - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan dialog terbuka bersama ribuan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana di Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Senin 26 Januari 2026 tersebut menjadi ajang diskusi mengenai berbagai isu strategis nasional, terutama terkait penguasaan teknologi digital generasi muda. Gibran menekankan pentingnya mahasiswa menguasai kecerdasan buatan, teknologi blockchain, dan robotika untuk mampu bersaing dalam era transformasi global yang sedang berlangsung.

Salah satu mahasiswa program studi Agroteknologi mengajukan pertanyaan mendalam mengenai strategi pemerintah dalam mengembangkan talenta digital yang terhubung dengan investasi dan transfer teknologi. Mahasiswa tersebut mempertanyakan langkah-langkah konkret agar Indonesia dapat bergeser dari posisi sebagai pasar menjadi pencipta teknologi di masa depan. Pertanyaan ini mencerminkan kesadaran tinggi kalangan akademisi terhadap tantangan daya saing bangsa di kancah internasional.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Gibran mendorong seluruh mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk lebih adaptif dan inovatif dalam menerapkan teknologi. Dia menekankan bahwa inovasi yang dikembangkan harus memberikan dampak positif secara nyata, khususnya bagi sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. “Kita harus adaptif, inovatif dan inovasinya jelas yang berdampak positif bagi pertanian,” tegas Gibran dalam acara bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” yang dihadiri sekitar seribu peserta.

Wakil Presiden juga memaparkan dukungan pemerintah terhadap anak-anak muda yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Dia mencontohkan siswa sekolah menengah atas yang berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi di Turki dengan menciptakan robot pembersih terumbu karang. Prestasi semacam ini diapresiasi dan dipromosikan melalui berbagai kanal komunikasi pemerintahan sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi generasi muda.

Gibran secara khusus menyoroti program prioritas pemerintahan dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, penemuan-penemuan inovatif yang dihasilkan anak muda dapat diaplikasikan secara langsung untuk mendukung tujuan strategis tersebut. Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memantau kadar keasaman tanah dan penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk menjadi contoh konkret integrasi teknologi pertanian modern.

“Sekarang di pemerintahan Pak Prabowo Subianto lagi gencar-gencarnya swasembada pangan. Jadi penting sekali pemanfaatan AI misalnya untuk mengecek PH tanah, drone untuk penyemprotan pupuk atau pestisida,” jelas Gibran. Dia menambahkan bahwa pendekatan ini juga bertujuan menarik lebih banyak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian dengan sentuhan teknologi modern. Pemerintah memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi inovatif dari generasi muda.

Untuk mewujudkan transformasi digital yang menyeluruh, pemerintah saat ini fokus pada penguatan infrastruktur digital di seluruh penjuru tanah air. Menurut Gibran, infrastruktur yang memadai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi tetapi juga produsen dan pelaku aktif dalam revolusi digital. “Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” terangnya.

Gibran juga menyebutkan bahwa penerapan teknologi digital telah diimplementasikan dalam berbagai layanan publik untuk mempermudah masyarakat. Sistem Online Single Submission, e-Katalog, dan platform Cortex menjadi contoh nyata bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. “Sebenarnya AI ini sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kadang belum sadar saja,” pungkasnya mengenai penetrasi teknologi dalam aktivitas sehari-hari.

Setelah sesi dialog, Wakil Presiden meninjau berbagai produk inovasi yang dikembangkan oleh civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana. Produk-produk tersebut mencakup teknologi ramah lingkungan dari Fakultas Sains dan Matematika, pengembangan aplikasi digital pelayanan publik dari Fakultas Teknologi Informasi, serta produk kewirausahaan sosial dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah integrasi robotika dan kecerdasan buatan untuk sektor pertanian yang mampu memantau berbagai parameter lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya.

Sistem pintar yang dikembangkan secara lintas disiplin ini berfungsi layaknya inkubator tanaman yang menjaga kondisi optimal sebelum dipindahkan ke lahan terbuka. Inovasi tersebut bahkan telah diikutsertakan dalam berbagai kompetisi internasional dan menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Kunjungan dan dialog ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dengan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan pembangunan nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved