![]()
Repelita Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon, menyampaikan pernyataan terbuka dalam suatu rapat di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ia mengungkapkan adanya temuan mengejutkan terkait penyaluran dana hibah dari pemerintah kepada Keraton Kasunanan Surakarta.
Menurutnya, aliran dana hibah yang semestinya ditujukan untuk kepentingan publik dan pelestarian budaya justru diduga dialihkan ke dalam rekening pribadi.
Pernyataan ini ia sampaikan berdasarkan dokumen serta laporan yang telah diperoleh dan dikroscek oleh timnya.
Fadli Zon menegaskan bahwa penyimpangan semacam ini bukanlah hal sepele dan menyentuh aspek tata kelola keuangan negara yang sehat.
Ia mempertanyakan mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban dalam penyaluran dana hibah kepada lembaga adat.
Transparansi dan akuntabilitas, menurutnya, harus menjadi prinsip utama agar dana masyarakat tidak disalahgunakan.
Politikus senior itu mendesak agar pemerintah, dalam hal ini kementerian terkait, segera melakukan audit menyeluruh.
Audit tersebut harus mampu menelusuri alur dana secara detail, dari sumber anggaran hingga ke penggunaan akhirnya.
Jika ditemukan indikasi kuat penyimpangan, penegak hukum harus mengambil alih untuk proses lebih lanjut.
Fadli Zon juga mengingatkan bahwa institusi keraton merupakan simbol budaya yang dihormati masyarakat.
Oleh karena itu, skandal keuangan seperti ini berpotensi merusak kepercayaan publik dan nilai luhur yang dijunjung.
Ia berharap pihak Keraton dapat bersikap kooperatif dan terbuka untuk menjelaskan duduk persoalan ini.
Pernyataan blak-blakan ini diharapkan menjadi koreksi bagi sistem pengelolaan dana hibah pemerintah di masa depan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

