Repelita Jakarta - Sebuah video yang menunjukkan sosok mirip Eggi Sudjana tengah mengemudi mobil mewah di SPBU menjadi perhatian publik.
Pemerhati telematika independen memberikan klarifikasi terkait permintaan konfirmasi atas video berdurasi sekitar 45 detik tersebut.
Analisis teknis mengungkap video memiliki durasi 45,40 detik dengan frame rate 29,95 frame per detik yang merupakan standar ponsel modern.
Total frame sebanyak 1360 frame dengan resolusi 478 x 850 piksel dalam format vertikal serta menggunakan codec H.264 dan audio mono.
Karakteristik teknis tersebut mengindikasikan bahwa video tersebut asli dan bukan hasil rekayasa digital atau karya kecerdasan artifisial.
Sosok dalam video dipastikan adalah Eggi Sudjana berdasarkan informasi bahwa dialah yang mengirimkan video tersebut via WhatsApp ke beberapa rekannya.
Dalam pesannya, Eggi Sudjana menyatakan bahwa mobil Volkswagen New Beetle berwarna merah itu adalah miliknya yang telah lama dipegang keponakannya.
Keponakan tersebut disebut bekerja di perusahaan telekomunikasi ternama Malaysia dan tinggal di Kuala Lumpur.
Lokasi kejadian dapat diidentifikasi dari plat nomor "WA 9390" yang merupakan tanda nomor kendaraan terdaftar di Malaysia.
Ciri khas SPBU Shell Malaysia dengan kanopi merah-kuning dan tiang pompa putih polos tanpa papan harga BBM mencolok semakin menguatkan identifikasi lokasi.
Waktu perekaman belum dapat dipastikan secara detail, namun kualitas video dan model mobil mengindikasikan rekaman dibuat dalam tahun 2025 atau 2026.
Dalam video terdengar sebutan nama "Ismu" yang diucapkan Eggi Sudjana pada detik ke-35 sambil mengepalkan tangan dan meneriakkan takbir.
Sosok tersebut tampak bangkit dengan gesit dari posisi duduk dan terlihat dalam kondisi sehat tanpa tanda-tanda penyakit serius.
Kondisi ini berbeda dengan penampakan terakhirnya yang harus menggunakan kursi roda di bandara pada Jumat, 16 Januari 2026.
Pemerhati telematika tersebut menyatakan tetap mendoakan kesembuhan Eggi Sudjana dari kanker usus stadium 4 yang diidapnya.
Dianjurkan agar mengikuti petunjuk dokter atau rumah sakit di Penang untuk pengobatan yang optimal tanpa mengemudi sendiri di luar negeri.
Surat Izin Mengemudi Indonesia dapat berlaku terbatas di Malaysia berdasarkan Domestic Driving Licence Recognition Agreement yang efektif 1 Juni 2025.
Klarifikasi ini disampaikan pemerhati telematika independen pada Sabtu, 17 Januari 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

