
Repelita Jakarta - Pendiri Jaringan Nusantara Aam S menegaskan bahwa sikap tegas Susilo Bambang Yudhoyono dalam menanggapi tuduhan tidak berdasar bukanlah sikap anti kritik melainkan upaya melindungi kebenaran publik dari ancaman fitnah yang semakin sulit dibedakan di era media sosial.
Menurut Aam SBY sangat menghargai kritik sebagai bagian penting dari demokrasi untuk memperbaiki kebijakan pemerintahan.
Namun ia menekankan bahwa fitnah berupa tuduhan tanpa bukti harus dilawan agar tidak menyesatkan masyarakat luas.
"SBY tidak anti kritik Sejak menjabat presiden beliau terbiasa dikritik Tapi yang beliau lawan adalah fitnah Karena kalau fitnah dibiarkan tidak diluruskan maka rakyat bisa menganggap fitnah itu sebagai kebenaran” ujar Aam pada Sabtu 17 Januari 2026.
Aam menilai langkah hukum yang ditempuh SBY merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang negarawan untuk mencegah kebohongan menjadi fakta sejarah yang merusak integritas.
“Kritik itu sehat Tapi fitnah itu berbahaya Fitnah bukan hanya menyerang individu tapi juga merusak kepercayaan publik dan mencederai nalar demokrasi” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam dunia politik persepsi sering kali lebih dominan daripada fakta sehingga pembiaran terhadap narasi palsu dapat menimbulkan dampak sangat fatal.
“Dalam politik persepsi sering kali lebih kuat daripada fakta Kalau fitnah tidak dilawan publik bisa mengira itu benar Dan ketika sudah dianggap benar sangat sulit meluruskan” kata Aam.
Aam mengingatkan bahwa selama dua periode kepemimpinannya SBY dikenal sebagai sosok santun yang menjamin kebebasan pers dan ruang ekspresi.
Perlawanan terhadap fitnah justru dilakukan demi menjaga agar demokrasi tidak tercemar oleh penyebaran kebohongan.
“SBY itu terbiasa dikritik sejak awal menjabat Tapi beliau juga percaya bahwa demokrasi harus dijaga dengan kejujuran Fitnah yang disebar tanpa tanggung jawab adalah bentuk pembusukan demokrasi” jelasnya.
Di akhir pernyataannya Aam mengajak masyarakat serta generasi muda untuk lebih teliti dalam memverifikasi informasi serta membedakan antara kritik yang membangun dengan opini yang menyesatkan.
“Demokrasi tidak akan sehat kalau ruang publik dipenuhi kebohongan Melawan fitnah bukan berarti anti kritik justru itu bagian dari menjaga kualitas demokrasi” pungkas Aam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

