Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Sindiran Chusnul Chotimah: Pengibar Bendera One Piece Diburu, Mafia Judol Dilindungi

 

Repelita Jakarta - Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, kembali menyuarakan kekesalannya terhadap dinamika hukum dan perlakuan aparat di Indonesia yang dinilainya timpang dan tidak adil bagi masyarakat biasa.

Ia menyoroti fenomena perlindungan terhadap sindikat judi online (Judol) yang tetap aman sementara rakyat yang tidak terkait justru diblokir rekeningnya oleh PPATK.

"Rekening rakyat diblokirin, rekening judol dilindungi," tulis Chusnul Chotimah di akun X @ch_chotimah2, kemarin, menekankan ketimpangan dalam penegakan hukum yang dirasakannya.

Lebih jauh, ia menyoroti kasus judi online yang merugikan bandar tetapi aparat tampak tidak menindak tegas, sementara pihak lain yang menanggung kerugian tetap diproses hukum.

"Judol rugikan rakyat, bandar aman, judol rugikan bandar, rakyat ditangkap. Jin bergambar didatangi, Jalan berlubang dibiarin," tambahnya, menegaskan rasa frustrasinya terhadap kebijakan yang dianggap tidak konsisten.

Chusnul juga menyinggung insiden pengibaran bendera One Piece yang sempat dipolitisasi sebagai tindakan makar, padahal menurutnya merupakan ekspresi biasa masyarakat.

"Pengibar bendera anime diburu, terpidana fitnah 6 thn dibiarin. Bungul!," tegasnya, menyindir ketidakadilan dalam penegakan hukum dan perhatian aparat yang dianggap selektif.

Sementara itu, Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, menanggapi viralnya kasus tersebut dengan menekankan bahwa pengibaran bendera anime bukanlah tindakan makar dan sebaiknya tidak ditanggapi berlebihan.

"Ini sebuah ekspresi yang biasa-biasa saja, bahkan pak Presiden sudah statement soal ini. Kalau ada respons berlebihan, ini yang keliru," kata Willy saat ditemui di Rumah Aspirasi anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, pada Kamis (7/8/2025) malam.

Willy menambahkan bahwa kritik dan rasa kecewa masyarakat terhadap pemerintah adalah hal yang wajar sepanjang tidak melecehkan simbol negara, dan menekankan pentingnya respons yang proporsional.

"Kita anggap ini kan tidak makar, tindakan ekspresi yang biasa saja. Jangan ditanggapi berlebihan, proporsional aja," ujarnya, menekankan pentingnya perspektif yang seimbang dalam menilai insiden sosial dan politik.

Politikus Partai NasDem itu juga mengingatkan bahwa dinamika politik dan ekspresi masyarakat bersifat wajar, dan negara harus mampu menanggapi kritik tanpa reaksi berlebihan yang dapat menimbulkan salah paham.

"Politik itu dinamis, pemerintahan datang dan pergi, tapi spirit patriotisme kita kemudian harus tetap berdiri," jelas Willy, menekankan pentingnya ketahanan politik dan sosial di tengah berbagai ekspresi publik.

"Di dalam teori demokrasi itu negaranya stabil, pemerintahan silih berganti. Dalam konteks ini kita bisa belajar dari pengalaman Turki," tambahnya, menekankan perlunya pembelajaran dari pengalaman negara lain dalam menghadapi kritik dan ekspresi masyarakat.

Paragraf terakhir diakhiri dengan tanda titik diikuti simbol tutup: (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved