Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negaranya telah memenangkan perang melawan Iran meskipun konflik masih terus berlangsung hingga pekan ketiga.
Trump menyebut sejumlah target penting berhasil dilumpuhkan dan mampu melemahkan beberapa fasilitas militer Iran dalam serangan yang dilancarkan sejak 28 Februari 2026 .
Dalam wawancara dengan CBS News, Trump mengatakan bahwa konflik telah berjalan lebih cepat dari perkiraan awal dan bisa segera berakhir .
Ia juga mengklaim bahwa Teheran tidak memiliki apa pun yang tersisa dalam arti militer setelah gempuran bertubi-tubi AS dan Israel .
Namun di tengah klaim kemenangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi justru membantah keras pernyataan Trump.
Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah meminta gencatan senjata dan bahkan tidak pernah meminta negosiasi dengan Amerika Serikat .
"Kami tidak pernah meminta gencatan senjata, dan kami bahkan tidak pernah meminta negosiasi. Kami siap mempertahankan diri selama diperlukan," tegas Araghchi dalam wawancara dengan CBS News .
Ia juga menolak klaim Trump bahwa Teheran menginginkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
"Kami tidak melihat alasan mengapa kami harus berbicara dengan Amerika, karena kami sedang berbicara dengan mereka ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami," ujar Araghchi .
Menurutnya, tidak ada pengalaman baik dalam berbicara dengan Amerika Serikat yang telah dua kali mengkhianati negosiasi yang sedang berlangsung .
Araghchi memastikan bahwa kondisi militer Iran masih stabil dan cukup kuat untuk terus membela rakyatnya .
Di tengah bantahan tersebut, Iran justru membeberkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi AS jika benar-benar menginginkan penghentian perang.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam unggahan di X pada Kamis, 12 Maret 2026 menyatakan bahwa perang hanya akan berakhir setelah tiga syarat dipenuhi .
Ketiga syarat tersebut adalah pengakuan atas hak-hak sah Republik Islam, pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat serangan, dan jaminan internasional yang kuat terhadap agresi di masa depan .
Sementara itu, Trump dalam wawancara dengan NBC News mengaku tidak tertarik membuat kesepakatan dengan Iran karena persyaratan yang diajukan belum cukup baik .
"Iran ingin membuat kesepakatan, dan saya tidak ingin membuatnya karena persyaratannya belum cukup baik," kata Trump .
Ketika ditanya tentang persyaratan kesepakatan potensial untuk mengakhiri perang, Trump menjawab tidak ingin mengungkapkannya .
Namun ia setuju bahwa komitmen dari Iran untuk sepenuhnya meninggalkan ambisi nuklir akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut .
Di sisi lain, laporan dari sejumlah sumber menyebut pemerintahan Trump justru menolak upaya mediasi negara-negara Timur Tengah untuk membuka pembicaraan gencatan senjata .
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump menolak upaya membuka pembicaraan karena pemerintahannya ingin terus menekan kemampuan militer Iran .
"Dia tidak tertarik pada hal itu saat ini, dan kami akan melanjutkan misi tanpa henti. Mungkin suatu hari nanti, tetapi bukan sekarang," kata pejabat tersebut .
Situasi ini menunjukkan baik Washington maupun Teheran sama-sama belum tertarik menghentikan konflik yang telah berlangsung sekitar tiga pekan tersebut .
Iran juga masih menguasai Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan internasional dan memblokade kapal-kapal AS, Israel, dan sekutunya .
Araghchi memastikan bahwa Iran siap untuk berbicara dengan negara-negara yang ingin bernegosiasi agar kapal tanker minyak tertentu dapat melewati jalur ekspor utama Selat Hormuz .
Saat ini, sudah ada beberapa negara yang menghubungi Iran untuk mendapatkan jalur aman meskipun Araghchi enggan membeberkan negara mana saja yang telah meminta izin .
Para analis menilai bahwa AS boleh saja mengklaim menang secara taktis, namun belum secara strategis karena belum berhasil mencapai tujuan utama dalam serangan terhadap Iran .
AS kini dinilai terjebak di tengah konflik, sementara tujuan utama serangan ke Iran hingga saat ini belum tercapai .
Iran kini melancarkan perang asimetris dengan menyerang infrastruktur ekonomi, yang dinilai dapat membingungkan AS dan mengancam stabilitas perdagangan global .
Trump sendiri disebut rutin menerima saran dan laporan untuk mengakhiri perang di Iran, tetapi tak ada satupun yang ia terima .
Seorang sumber yang familiar dengan masalah ini mengatakan kepada NBC News, hampir setiap hari Trump menerima strategi untuk menghentikan perang, bersamaan dengan opsi eskalasi sebagai bagian perencanaan perang standar .
Para penasihat Trump masih terpecah pendapat soal mengakhiri perang di Iran, dengan sebagian mendorong exit strategy dan sebagian lainnya melihat konflik sebagai peluang untuk mengurangi pengaruh Iran di kawasan .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

