Repelita Jakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan kritik tajam kepada mantan Presiden Joko Widodo.
Ia menegaskan bahwa kebohongan yang dilakukan Jokowi sudah terlalu banyak dan bukan lagi menjadi rahasia bagi publik.
Amien menuturkan hal itu melalui akun Instagram pribadinya @amienraisofficial pada Senin, 18 Agustus 2025.
Menurutnya, ia tidak perlu lagi mengurai satu per satu kebohongan yang pernah keluar dari mulut Jokowi karena masyarakat sudah mengetahuinya dengan jelas.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut menjelaskan bahwa Jokowi kini tengah berada dalam lingkaran setan yang ia ciptakan sendiri.
Amien menilai kondisi itu muncul akibat sikap Jokowi yang tidak pernah mau mengakui persoalan seputar ijazah strata satu Fakultas Kehutanan UGM yang dituding bermasalah.
Karena menolak mengakuinya, kata Amien, Jokowi justru semakin jauh terjebak dalam pusaran kebohongan.
Ia bahkan menambahkan bahwa semakin lama mantan presiden tersebut semakin sulit keluar dari persoalan yang kian menjerat dirinya.
"Semakin lama, makin dalam. Polisi dan ternak Mulyono sudah memutar otak bagaimana pujaannya itu bisa lolos dari kebohongan," ujar Amien.
Ia menilai bahwa setiap langkah yang ditempuh Jokowi untuk menutupi kebohongan justru membuat jalan keluar semakin buntu.
Amien mengatakan strategi yang dipilih Jokowi dan lingkarannya cenderung ceroboh dan gagal memahami kondisi masyarakat.
"Maaf saya harus mengatakan sejujurnya bahwa Jokowi dan ternaknya tidak cukup cerdas membaca dan menyimpulkan kondisi masyarakat sendiri," tegasnya.
Lebih jauh, Amien menyebut apa yang dilakukan Jokowi hanyalah dagelan politik.
Salah satunya adalah penyelenggaraan reuni angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM yang diklaim sebagai ajang pembuktian ijazah.
"Katanya reuni yang ke-45. Dagelan politik yang dimaksudkan Jokowi bahwa puluhan teman-teman seangkatannya itu bisa menjadi saksi bahwa ijazahnya asli," jelas Amien.
Amien kemudian menutup pernyataannya dengan sindiran pedas terkait dugaan ijazah palsu tersebut.
"Nah ngomong-ngomong bila gazah, bukan gajah menjadi akronim gak punya ijazah itu lebih tepat," pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

