
Repelita Jakarta - Joko Widodo dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi sorotan dengan isu yang menyeret nama mereka.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Jimly Asshiddiqie, memberikan pandangannya terhadap situasi ini.
Jimly menilai bahwa kasus ini merupakan taktik licik untuk melemahkan lawan politik.
Ia menyampaikan bahwa persoalan ijazah palsu sudah sering muncul sejak beberapa gelombang Pemilu lalu.
Menurutnya, masalah administrasi terkait ijazah di Komisi Pemilihan Umum masih lemah sehingga memudahkan terjadinya kasus semacam ini.
Jimly mengatakan, penggunaan isu ijazah palsu kerap menjadi cara termudah bagi pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan politik.
“Kalau kita tidak suka dengan seseorang, biasanya kita cari masalah dengan ijazahnya,” ujarnya.
Kasus ijazah Jokowi dinilai oleh Jimly sudah melampaui konteks hukum dan merambah ranah politik.
Dia menyoroti bahwa kasus ini bahkan sampai mengaitkan posisi Gibran sebagai calon Wakil Presiden Republik Indonesia.
Lebih jauh, Jimly melihat keluarga Jokowi seolah-olah diposisikan sebagai musuh publik dalam polemik ini.
Namun di sisi lain, ia memperkirakan Jokowi justru akan mendapat dukungan yang lebih luas akibat peristiwa tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

