
Repelita, Jakarta 20 Desember 2024 - Pembatalan pameran lukisan karya Yos Suprapto yang sedianya digelar di Galeri Nasional (GN) menjadi sorotan publik. Pameran yang telah dipersiapkan selama setahun itu dibatalkan setelah Yos menolak permintaan kurator GN untuk mencopot lima lukisan yang akan dipajang. Lukisan-lukisan tersebut disebut-sebut memiliki objek yang mirip dengan mantan Presiden Jokowi.
Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, turut memberikan komentar mengenai pembatalan pameran tersebut melalui akun media sosialnya. Mahfud menilai bahwa pembatalan tersebut disebabkan oleh permintaan dari GN untuk mengubah karya Yos Suprapto, yang menurutnya merupakan ekspresi seni yang bebas.
“Pameran lukisan Yos Suprapto batal dilaksanakan. Alasannya karena Yos menolak permintaan kurator Galeri Nasional untuk mencopot 5 dari 30 lukisan karyanya yang sudah disiapkan sejak setahun. GN bilang menunda karena alasan teknis, tapi praktisnya membatalkan. Lukisan adalah ekspresi,” tulis Mahfud melalui akun X miliknya pada 20 Desember 2024.
Respon publik pun beragam, dengan banyak komentar yang menyebutkan bahwa pembatalan ini justru meningkatkan perhatian terhadap lukisan-lukisan tersebut. Salah satu pengguna akun X, @cah_ucul_, menyebutkan bahwa pembatalan pameran akan membuat lebih banyak orang tertarik untuk melihat karya seni tersebut, meski hanya di media sosial.
“Jika pameran dibuka, pelihat lukisannya hanya beberapa ratus orang saja. Tapi kalau pameran dibatalkan, niscaya pelihat lukisan-lukisan itu akan menjadi jutaan. Meski hanya di medsos,” ujar @cah_ucul_.
Beberapa komentar juga menyinggung soal kekuasaan yang masih ada di belakang pembatalan tersebut, dengan beberapa netizen menyebut bahwa "raja Jawa" masih berkuasa. Akun X @asep_suryawan mengunggah potret empat lukisan yang diduga mirip dengan Jokowi dan menyebutkan bahwa pembatalan pameran adalah akibat dari kekuasaan yang masih berlaku.
"Batal karena sang raja Jawa kw3 masih berkuasa," tulis @asep_suryawan.
Komentar lain mengungkapkan kekhawatiran tentang pembungkaman karya seni, seperti yang diungkapkan oleh @damaihatikami yang menyebutkan bahwa seniman dipaksa diam. Akun @gareng78232 pun menambahkan bahwa karya seni kini tampaknya menakutkan bagi pihak tertentu.
"Kayak orde baru aja… pameran lukisan tidak diijinkan alasannya ada 2 lukisan yang salah satunya banteng nanduk tubuh kerempeng," ujar @harijanto_1.
Apakah ini pertanda kembalinya masa Orde Baru atau hanya sekadar indikasi bahwa kritikan terhadap penguasa tidak lagi bisa disuarakan melalui seni? Pertanyaan ini pun muncul di kalangan netizen, seperti yang diungkapkan oleh @ddy_margind yang meragukan kebebasan berpendapat melalui seni.
“Apakah Orba sudah bangkit kembali??? Karya seni aja ditakuti. Atau ini pertanda tak boleh kritis pada penguasa?” tambahnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

