Repelita Jakarta - Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran telah terbangun sejak dekade 1950-an dan terus diperkuat melalui berbagai kunjungan tingkat kepala negara serta kerja sama di beragam bidang seperti energi perdagangan dan forum internasional.
Sejak masa Orde Baru hingga pemerintahan terkini sejumlah presiden Indonesia tercatat melakukan lawatan kenegaraan ke Teheran guna memperdalam kerjasama politik ekonomi serta sektor energi antara kedua negara.
Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno menjadi pelopor dengan melakukan kunjungan ke Iran pada tahun 1956 di mana ia bertemu langsung dengan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang saat itu memimpin kerajaan Iran.
Kunjungan tersebut menjadi tonggak penting dalam diplomasi awal kemerdekaan Indonesia untuk memperluas hubungan dengan negara-negara Timur Tengah di tengah dinamika Perang Dingin.
Pertemuan Soekarno dengan Shah membahas penguatan persahabatan serta potensi kerjasama politik dan ekonomi yang mencerminkan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Presiden kedua RI Soeharto melanjutkan tradisi tersebut dengan kunjungan kenegaraan ke Iran pada tahun 1993 atas undangan Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani.
Dalam pertemuan bilateral tersebut Soeharto dan Rafsanjani membahas penguatan kerjasama ekonomi perdagangan serta industri di samping mempererat hubungan melalui forum Gerakan Non-Blok.
Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan ke Teheran pada tahun 2004 untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkokoh hubungan persahabatan kedua negara.
Selama lawatan itu Megawati berkesempatan bertemu Presiden Mohammad Khatami serta Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Kunjungan itu adalah untuk menghadiri Konferensi D-8 sekaligus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara Kala itu saya berkesempatan untuk bertemu dengan Ayatollah Ali Khamenei tulis Megawati dalam suratnya kepada Kedutaan Besar Iran di Jakarta.
Saya merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta kharisma kepemimpinan yang terpancar dalam diri beliau ujarnya mengenang pertemuan tersebut.
Megawati juga mengundang Khamenei untuk hadir di Indonesia pada Konferensi Ulama Islam Internasional Februari 2004 serta peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-50 tahun 2005.
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Iran pada Maret 2008 di mana ia bertemu Presiden Mahmoud Ahmadinejad serta Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pembicaraan fokus pada penguatan kerjasama di bidang energi perdagangan dan investasi termasuk rencana pembangunan kilang minyak Iran di wilayah Indonesia.
Presiden ketujuh RI Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran pada 13 hingga 15 Desember 2016 dengan agenda pertemuan bersama Presiden Hassan Rouhani Ketua Parlemen serta Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Lawatan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan kerjasama mencakup energi dan minyak perdagangan investasi pengembangan infrastruktur serta industri.
Indonesia juga mendorong partisipasi perusahaan nasional dalam pengelolaan ladang minyak di Iran sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

