Repelita Jakarta - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat menyatakan sikap tegas mengecam agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran yang menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah pejabat tinggi negara tersebut.
Serangan tersebut dinilai bukan sekadar operasi militer biasa melainkan kejahatan internasional yang mencerminkan arogansi imperialisme global serta upaya penindasan terhadap kedaulatan bangsa lain melalui kekuatan bersenjata.
Gerakan ini menegaskan bahwa pembunuhan pemimpin tertinggi sebuah negara berdaulat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional yang mengancam stabilitas serta perdamaian dunia secara keseluruhan.
Jika tindakan semacam ini dibiarkan maka hukum rimba akan menggantikan tatanan geopolitik antarnegara dan imperialisme akan semakin merajalela tanpa hambatan.
Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat mengecam sekeras-kerasnya agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran karena tindakan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik regional bahkan menjadi perang global serta terorisme negara.
Gerakan ini menyatakan solidaritas penuh serta dukungan moral terhadap rakyat dan negara Iran dalam mempertahankan kedaulatan kehormatan serta hak bangsa mereka melawan agresi militer asing.
Gerakan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa dunia untuk bersatu melawan hegemoni imperialisme global yang selama ini menggunakan perang intervensi militer serta kudeta sebagai alat mempertahankan dominasi geopolitik.
Gerakan mendesak Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap nasional yang tegas dan berani sesuai amanat konstitusi dengan mengutuk secara terbuka agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Gerakan memprakarsai sidang darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa guna menghentikan eskalasi perang serta menegakkan hukum internasional yang adil.
Gerakan mengajak negara-negara Asia Afrika dunia Islam serta Global South untuk menggalang solidaritas melawan dominasi imperialisme global.
Gerakan mendorong Indonesia keluar dari skema Board of Peace yang dianggap menjadi bagian agenda kekuatan besar serta membatalkan perjanjian Agreement of Reciprocal Trade dengan Amerika Serikat yang berpotensi merugikan kedaulatan ekonomi nasional.
Gerakan menegaskan kembali komitmen politik luar negeri bebas aktif yang berpihak pada perjuangan bangsa anti-kolonialisme kedaulatan serta perdamaian dunia.
Agresi terhadap Iran bukan konflik antarnegara biasa melainkan serangan terhadap kedaulatan bangsa korban yang jika dibiarkan akan menjadikan dunia semakin rentan terhadap kehancuran akibat kekuasaan imperialisme.
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah mengajarkan bahwa penjajahan harus dilawan dan imperialisme harus dihentikan dengan segala cara.
Kedaulatan bangsa adalah harga mati pernyataan tersebut menjadi penegasan akhir sikap Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat dalam pernyataan resmi yang ditandatangani pada Jakarta 5 Maret 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

