Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Imbas Gempuran Rudal Iran, Ribuan Warga Israel Ngungsi: 500 di Antaranya Gangguan Jiwa

Repelita Tel Aviv - Ribuan warga Israel terpaksa mengungsi akibat imbas gempuran rudal dan drone Iran yang menghancurkan sejumlah kota serta memicu kepanikan massal di berbagai wilayah.

Pengungsian besar-besaran mengarah ke selatan negara itu terutama Beersheba setelah eskalasi konflik dengan Iran Hamas serta Hizbullah semakin memanas.

Serangan rudal serta drone yang menghantam Tel Aviv dan kota-kota lain menyebabkan jalan raya dipadati kendaraan warga yang berusaha mencari tempat aman.

Pemerintah Israel menyiapkan bunker serta fasilitas perlindungan tambahan guna menampung warga yang meninggalkan wilayah tengah dan utara negara tersebut.

Situasi ini memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan dengan puluhan ribu orang menghadapi keterbatasan tempat tinggal serta logistik dasar.

Meskipun wilayah selatan dianggap relatif lebih aman kedekatannya dengan Gaza tetap menimbulkan risiko serangan roket yang berkelanjutan.

Laporan media internasional menyebut pengungsian massal ini menjadi simbol ketidakpastian di tengah perang yang terus meluas tanpa tanda berakhir.

Menurut Kementerian Kesehatan Israel per 6 hingga 9 Maret 2026 lebih dari dua ribu tiga ratus warga telah dievakuasi dari rumah mereka akibat kerusakan parah pasca serangan rudal Iran sejak akhir Februari 2026.

Warga yang dievakuasi dipindahkan ke dua puluh hotel berbeda sementara sekitar lima ratus orang di antaranya menerima perawatan kesehatan mental akibat gangguan jiwa pasca serangan tersebut.

Sebagian besar pengungsi berasal dari Distrik Tel Aviv sebesar empat puluh satu persen Distrik Yerusalem tiga puluh tiga persen serta Distrik Selatan dua puluh tiga persen.

Hingga kini sirene serangan udara masih sering berbunyi di Israel tengah dan Yerusalem sehingga memaksa warga berlindung di bunker berulang kali.

Warga Israel juga dilaporkan mengalami cekcok serta penolakan di wilayah Dagestan Rusia akibat ketegangan konflik Timur Tengah yang meluas.

Kerumunan massa di Dagestan sempat memblokade hotel sambil mencari warga Israel atau Yahudi dengan spanduk bertuliskan dilarang masuk bagi warga negara Israel.

Pejabat militer Iran menegaskan kemampuan rudal mereka telah jauh berkembang lebih pesat dari perkiraan Amerika Serikat serta Israel.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi menyatakan hal itu pada Minggu 8 Maret 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved