Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Media Rusia Sebut Iran Incar Pusat Data AS di Negara Arab untuk Serangan Balasan

 

Repelita Jakarta - Sebuah sumber diplomatik Iran mengungkapkan kepada media Rusia RIA Novosti bahwa negaranya tengah mengincar pusat-pusat data milik Amerika Serikat yang berlokasi di sejumlah negara Arab untuk dijadikan target serangan dalam waktu dekat.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh sumber diplomatik Iran kepada kantor berita RIA Novosti pada Rabu 11 Maret 2026, dan kemudian dilaporkan secara luas pada Kamis 12 Maret 2026.

Menurut keterangan sumber tersebut, Washington selama ini memanfaatkan pusat data serta infrastruktur serat optik yang berada di wilayah negara-negara Arab untuk memperkuat operasi militer dan intelijennya melawan Teheran.

"Amerika Serikat menggunakan pusat data di negara-negara Arab untuk mendukung operasi intelijen dan militer terhadap Iran. Ada kemungkinan Iran akan menyerang pusat-pusat data itu dalam beberapa hari mendatang," kata sumber tersebut seperti dilaporkan RIA Novosti.

Diplomat Iran itu menambahkan bahwa Washington juga menggunakan infrastruktur fiber optik milik negara-negara Arab dalam operasi melawan Iran .

Anggapan bahwa serangan terhadap pusat data dan infrastruktur fiber optik di negara-negara Timur Tengah itu mungkin terjadi didasarkan pada fakta bahwa pemerintah negara-negara Arab tidak mengambil langkah-langkah untuk mencegah "penyalahgunaan" fasilitas tersebut oleh militer AS .

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat drastis setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran termasuk ibu kota Teheran pada 28 Februari 2026 lalu .

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan parah pada berbagai infrastruktur penting serta menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat sipil yang tidak bersalah .

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di berbagai kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer yang mereka lancarkan dilakukan untuk menangkal ancaman yang berasal dari program nuklir Iran yang terus dikembangkan.

Namun Teheran menilai serangan tersebut sebenarnya bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di Iran melalui skema perubahan kekuasaan atau regime change .

Dalam serangan tersebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan, sebuah pukulan telak bagi kepemimpinan negara tersebut.

Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk menghormati kepergian pemimpin yang telah memimpin mereka selama hampir empat dekade.

Ancaman serangan terhadap pusat data milik AS di negara-negara Arab ini menambah daftar panjang eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin hari semakin meluas.

Para analis militer memperingatkan bahwa perang asimetris yang melibatkan infrastruktur digital dapat memicu konflik terbuka yang lebih luas di seluruh kawasan Teluk dan berpotensi mengganggu stabilitas global .

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari negara-negara Arab terkait ancaman Teheran tersebut, sementara situasi di Teheran dan Washington tetap tegang dengan kedua belah pihak dalam posisi siaga tempur tertinggi .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved