Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Ledakan Guncang Dubai, Sistem Pertahanan Udara Intersepsi Serangan di Pusat Kota

Langit konflik Iran dihiasi rudal dan pesawat

Repelita Jakarta - Sejumlah ledakan keras mengguncang beberapa gedung yang berada di pusat kota Dubai, Uni Emirat Arab pada Jumat 13 Maret 2026, dan kemudian disusul dengan kepulan asap tebal yang terlihat membumbung tinggi di langit kawasan tersebut.

Koresponden kantor berita AFP yang berada di lokasi kejadian melaporkan bahwa getaran kuat terasa hingga ke bagian dalam sejumlah gedung pencakar langit yang menjadi ikon kota metropolitan tersebut.

Suara ledakan besar juga terdengar jelas oleh warga dan pekerja kantoran yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi, memicu kepanikan di kalangan masyarakat yang belum mengetahui sumber kejadian.

Sirene tanda bahaya kemudian berbunyi dari arah Sheikh Zayed Road yang merupakan jalur arteri utama sekaligus urat nadi transportasi di Uni Emirat Arab.

Menanggapi insiden tersebut, Kantor Media Pemerintah Dubai segera mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan bahwa suara ledakan itu bersumber dari proses pencegatan atau intersepsi di udara yang dilakukan oleh sistem pertahanan udara negara tersebut.

Otoritas terkait mengkonfirmasi bahwa sebuah insiden kecil akibat jatuhnya serpihan atau shrapnel dari proses pencegatan di udara sedang ditangani pada fasad salah satu gedung yang berada di pusat Dubai.

Pemerintah Dubai memastikan bahwa tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden tersebut meskipun getaran keras sempat membuat panik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ledakan dan pencegatan di udara ini terjadi hanya sehari setelah sebuah drone dilaporkan jatuh di sekitar distrik keuangan Dubai tepatnya di kawasan Dubai Creek Harbour pada Kamis 12 Maret 2026.

Insiden jatuhnya drone tersebut terjadi beberapa saat setelah Iran melalui sumber diplomatiknya mengancam akan menyerang sejumlah institusi ekonomi yang berada di wilayah Uni Emirat Arab.

Sejumlah perusahaan multinasional yang berkantor di Dubai bahkan telah mengevakuasi sebagian stafnya sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan yang dilancarkan Tehran.

Uni Emirat Arab memang merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar sasaran serangan Iran di kawasan Timur Tengah karena dinilai menjadi basis operasi militer Amerika Serikat.

Bandara internasional di Dubai serta sejumlah pelabuhan strategis dan properti mewah sempat ditutup beberapa waktu lalu akibat serangan yang dilancarkan oleh Iran dalam rangkaian konflik yang sedang berlangsung.

Iran melalui juru bicaranya membantah bahwa mereka menargetkan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk dan menegaskan bahwa sasaran utama serangan mereka adalah pangkalan militer Amerika Serikat serta aset-aset strategis milik Washington yang berada di Teluk.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke berbagai target yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel, termasuk fasilitas militer, pusat data, dan infrastruktur strategis lainnya di sejumlah negara Teluk.

Dubai sebagai pusat keuangan dan bisnis utama di Timur Tengah menjadi salah satu kawasan yang paling terdampak dari eskalasi konflik karena banyaknya kepentingan asing yang berkantor di sana.

Para analis keamanan internasional memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil di negara-negara Teluk dapat memicu perang terbuka yang lebih luas dan melibatkan banyak pihak di kawasan yang kaya minyak tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved