Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

[BREAKING NEWS] Rudal Raksasa Iran Hantam Sejumlah Kota Besar di Israel, Sosok yang Ingin Hancurkan Gaza Ini Ikut Tewas?

 

Repelita Tel Aviv - Rudal fragmentasi Iran dengan berat luncur 20 ton sukses menjebol pertahanan udara Israel yang sempat diklaim tak akan tertembus dan kini ledakan besar terjadi di sejumlah kota besar zionis termasuk Rishon LeZion Holon dan Bnei Brak.

Data yang dihimpun menyebutkan Kota Rishon LeZion terkena dampak serangan rudal Iran sebagai bagian dari Operasi True Promise 4 yang terus berlanjut tanpa henti dalam beberapa hari terakhir.

Menurut informasi yang beredar meskipun sistem pertahanan Israel Iron Dome David's Sling dan Arrow mencegat sebagian besar proyektil namun beberapa rudal atau pecahannya berhasil menembus dan menghantam area pemukiman di Rishon LeZion.

Media lokal melaporkan adanya kawah besar di jalanan akibat ledakan tersebut yang menunjukkan kekuatan rudal yang digunakan oleh Iran.

Merujuk pada data tersebut Teheran diperkirakan menggunakan rudal Khorramshahr 4 yang memiliki berat peluncuran total sekitar 20 ton dengan hulu ledak fragmentasi atau tandan seberat 1.500 kg yang mampu menghancurkan target dengan sangat efektif.

Rudal Khorramshahr 4 memiliki jangkauan 2.000 km dengan kecepatan hingga Mach 16 saat terbang di luar atmosfer dan Mach 8 saat memasuki kembali atmosfer sehingga memberikan waktu reaksi yang sangat singkat bagi sistem pertahanan lawan.

Teheran juga menggunakan rudal hipersonik Fattah-2 yang diklaim mampu bergerak dengan kecepatan Mach 5 hingga Mach 20 yang membuatnya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan konvensional sejak beberapa hari terakhir.

Layanan medis darurat Israel Magen David Adom menyatakan tim penyelamat dikerahkan ke kota Holon Rishon LeZion dan Bnei Brak untuk menangani kebakaran akibat jatuhnya serpihan rudal.

Serangan ini diklaim oleh Korps Garda Revolusi Islam sebagai balasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas militer Iran pada akhir Februari 2026.

Kabar mengejutkan lainnya adalah seorang tokoh penting Israel yang dikenal sebagai sosok yang ingin menghancurkan Gaza dikabarkan tewas akibat serangan rudal Iran dalam gelombang serangan terbaru ini.

Rabbi Kepala Ashkenazi Israel Meir Ber atau Rabbi Kalman Meir Ber dilaporkan tewas setelah rudal Iran menghantam area pemukiman di Rishon LeZion.

Dikutip dari media asal Maroko Maghreb Online menurut Gerakan Kebenaran dan Solidaritas tadi malam Iran telah membunuh Rabbi Kepala Ashkenazi terpenting di Israel Meir Ber.

Rabbi Kalman Meir Ber lahir 24 Desember 1957 adalah Rabbi Kepala Ashkenazi Israel dan Presiden Dewan Rabbinat Kepala yang memiliki pengaruh besar di kalangan Yahudi Ortodoks.

Sebelumnya beliau menjabat sebagai rabbi Netanya dan rabbi di Yeshivat Kerem B'Yavneh di antara posisi penting lainnya dalam struktur keagamaan Israel.

Sosok yang dikenal sebagai Presiden Dewan Rabbi Kepala ini adalah orang yang selama ini vokal mendukung kebijakan keras terhadap Palestina dan ingin menghancurkan Gaza.

Media Israel Channel 12 melaporkan tim penyelamat dikerahkan ke sejumlah lokasi termasuk kota Holon Rishon LeZion dan Bnei Brak untuk menangani kebakaran akibat serangan.

Namun demikian hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel atau otoritas rabinat yang mengonfirmasi kematian Kalman Meir Ber sehingga masih perlu diverifikasi kebenarannya.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani juga telah menegaskan bahwa pihaknya tak akan kompromi dengan AS dalam bentuk apapun.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS," tegasnya memberikan sikap resmi Tehran yang semakin keras di bawah kepemimpinan baru.

Ali juga mengkritik pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang negaranya dan menyebut Trump khawatir dampak kerugian dari tindakannya menyerang Teheran.

"Dia sekarang khawatir tentang kerugian lebih lanjut dari tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, dia telah mengubah slogan 'Amerika Pertama' menjadi 'Israel Pertama' dan mengorbankan pasukan Amerika untuk nafsu kekuasaan Israel," sindir Ali.

Sementara itu pejabat militer Iran mengatakan mereka akan terus menyerang aset AS di kawasan tersebut serta posisi Israel di wilayah pendudukan.

"Kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan mundur atau membiarkan Amerika Serikat pergi tanpa konsekuensi. Kami tidak akan menghentikan perang ini," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Kiomars Heidari.

Menurutnya Iran akan terus melanjutkan perang hingga lautan dipenuhi peti mati perwira, bintara, dan tentara AS yang dikirim kembali ke Amerika Serikat.

“Bagi kami, tidak masalah berapa lama perang ini berlangsung. Kami sudah pernah mengalami perang delapan tahun sebelumnya. Kami akan mengakhiri perang ini hanya ketika kami telah mencapai tujuan kami dan memaksa musuh untuk menyesali tindakan memalukannya,” tegas Heidari.

Konflik yang telah memasuki hari ke-16 ini terus berlanjut dengan intensitas tinggi tanpa tanda-tanda akan segera mereda dalam waktu dekat.

Dunia internasional terus memantau perkembangan situasi yang semakin kompleks dan berpotensi memicu krisis kemanusiaan yang lebih luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

ads bottom

Copyright © 2023 - Repelita.com | All Right Reserved